AMUNTAI – Bupati HSU H. Sahrujani bersama Wakil Bupati H. Hero Setiawan, melakukan silaturahmi bersama alim ulama dan tokoh masyarakat se-Kabupaten Hulu Sungai Utara, di Aula Karya Sadya BPKAD Hulu Sungai Utara.
Bupati H Sahrujani menyampaikan, bahwa persoalan stunting harus menjadi perhatian bersama. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam melakukan pencegahan dan penanganan stunting sehingga diperlukan dukungan dari para ulama dan tokoh masyarakat.“Persoalan stunting harus sangat menjadi perhatian kita bersama. Karena itu, kami meminta nasihat dan masukan kepada para alim ulama dalam penanganan stunting di HSU,” ujarnya.
Ia mengatakan, penurunan angka stunting merupakan salah satu bagian dari visi dan misi Pemerintah Kabupaten HSU bersama Wakil Bupati Hero Setiawan.“Kami berharap para alim ulama dan tokoh masyarakat bisa membantu kami dalam penanganan stunting. Peran ulama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam memberikan edukasi serta mengajak masyarakat bersama-sama mencegah stunting,” katanya.
Selain penanganan stunting, Sahrujani juga menyampaikan, program pemberdayaan pesantren melalui program One Pesantren One Product (OPOP). Melalui program tersebut, pemerintah daerah berencana memberikan dukungan modal awal kepada pesantren yang memiliki potensi usaha agar dapat mengembangkan produk secara mandiri.
“Kami juga membuat satu program, yaitu One Pesantren One Product. Setiap pesantren bisa kami beri modal awal sebesar Rp25 juta agar pesantren kita bisa tumbuh dan berkembang secara mandiri,” jelasnya.
Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi pesantren, tetapi juga membuka peluang bagi pesantren untuk mengembangkan potensi yang dimiliki sesuai dengan karakteristik dan sumber daya masing-masing.
Ketua MUI HSU KH. Said Masrawan menyampaikan, bahwa silaturahmi antara pemerintah, ulama dan tokoh masyarakat merupakan momentum penting dalam memperkuat hubungan serta membangun kesamaan langkah dalam pembangunan daerah.“Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Bupati, momentum ini menjadi bagian penting dalam memperkuat hubungan antara pemerintah, para ulama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap, komunikasi antara pemerintah daerah dengan para ulama dan tokoh masyarakat dapat terus ditingkatkan sehingga berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dicarikan solusi secara bersama-sama.
KH. Said Masrawan menambahkan, dengan komunikasi yang baik antara pemerintah dan para ulama, berbagai persoalan yang ada di tengah masyarakat diharapkan dapat dihadapi secara bersama.{[suf/mb03]}
