BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mengapresiasi Grand Design 20 Tahun Manajemen Air Hujan Terintegrasi, dengan memanfaatkan lubang bekas galian tambang (void) batubara, dalam rangka mewujudkan Kalimantan Selatan Mandiri Air Tahun 2046.

Gagasan tersebut disampaikan secara resmi oleh Sulkan, SH, MM, dalam rapat Komisi II, Senin, (5/10) sore, di ruang rapat Komisi II Lt. 4 Gedung DPRD Kalsel, Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin.

Dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kalsel,H. M. Yani Helmi mengatakan, dirinya dan Anggota Komisi II yang hadir sangat mengapresiasi gagasan-gagasa yang luar biasa yang disampaikan masyarakat untuk kemajuan banua.

“Kami sangat mengapresiasi gagasan grand design manajemen air hujan terintegrasi ini . Selanjutnya nanti akan kami rapatkan kembali secara internal dan mudah-mudahan bisa masuk dalam prolegda, raperda inisiatif Komisi II”, tutur politisi Golkar yang kerap disapa Paman Yani.

Sementara, Sulkan sang pencetus ide, menyampaikan terimakasih dan penghargaan kepada Ketua dan Anggota Komisi II atas apresiasi dan dukungan terhadap gagasannya terkait grand design pemanfaatan lubang galian bekas tambang untuk dijadikan sebagai sumber cadangan air permukaan.

“Kami sangat berterimakasih atas apresiasi yang diberikan Ketua dan Anggota Komisi II atas apa yang saya sampaikan. Semoga ini dapat ditindaklanjuti dengan membuat payung hukumnya berupa Peraturan Daerah”, harap mantan birokrat Pemprov Kalsel.rds