SURABAYA – Polrestabes Surabaya tengah menyelidiki dugaan pelecehan seksual berkedok pembuatan konten video boneka yang menargetkan perempuan di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.

Kasus ini viral di media sosial setelah salah satu korban berinisial AS menceritakan pengalaman tidak menyenangkan di media sosial.

Peristiwa yang dialami AS dan temannya itu terjadi pada 5 Agustus 2026 sekitar tengah malam. Saat berjalan menuju area parkir di kawasan Jalan Tunjungan, mereka dihampiri dua pria yang mengajak mereka membuat konten video singkat.

“Bilang, ‘Halo Kak, mau masuk konten nggak? Cuma take video 20 detik aja, paling lama. Kontennya sama boneka, nanti kita tos terus aku kasih boneka ke kakak’,” kata AS saat menjelaskan modus pelaku, Selasa (22/9), yang dikutip CNNIndonesia.com.

Meski AS sempat menolak, temannya merasa tidak enak hati dan akhirnya menyetujui ajakan tersebut. AS yang mencoba mencegah temannya justru ikut ditarik ke dalam frame kamera.

AS kemudian merinci instruksi janggal yang diberikan oleh sekelompok pria tersebut selama perekaman berlangsung. Dalam video mereka diberi boneka dan diminta untuk memegang ekornya. Di situlah dugaan pelecehan itu terjadi.

“Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain,” bebernya.

AS yang tak nyaman kemudian menceritakan pengalamannya ke media sosial Threads. Ternyata, banyak juga korban lain mengaku diperlakukan hal yang sama.

Menanggapi kegaduhan publik, Kasatres PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengonfirmasi bahwa kepolisian sedang mendalami kasus tersebut.

“Kami cek lagi,” kata Melatisari.

Melatisari juga meminta warga lebih berhati-hati saat berada di ruang publik dan tidak ragu melapor ke petugas bila melihat hal mencurigakan.

“Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut,” tuturnya.

Di tengah bergulirnya penyelidikan polisi, kreator konten di balik video tersebut akhirnya muncul. Pemilik akun TikTok dan YouTube @takimofficial08 mengirimkan pesan permohonan maaf secara langsung kepada AS.

“Saya hanya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya kepada kakak yang pernah saya ajak ikut dalam konten boneka. Dengan kesadaran penuh dan ketulusan, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada semua pihak dan terutama kepada kakak yang merasa terganggu dan saya rugikan bahkan lecehkan,” tulisnya dalam pesan kepada AS.

Pemilik akun itu mengklaim tidak berniat merendahkan siapa pun saat membuat konten tersebut. Ia pun berjanji untuk menjadikan hal ini sebagai teguran dan tidak memproduksi video dengan muatan serupa di masa mendatang.

“Saya juga berkomitmen untuk tidak mengulangi konsep konten seperti itu ke depannya. Saya akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran agar ke depannya bisa membuat konten dengan cara yang lebih baik lagi,” ujarnya.

“Sekali lagi, saya dengan sadar dan tulus memohon maaf kepada kakak dan semuanya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Saya benar-benar menghargai bantuan dan pengertian kakak. Sekali lagi saya dengan tulus meminta maaf atas kejadian yang terjadi,” sambungnya.

Meski telah memaafkan kreator tersebut secara personal, AS memilih untuk tidak menurunkan unggahan viralnya sebagai bentuk pengawasan dan peringatan bagi perempuan lain.

“Secara personal saya sudah memaafkan pelaku. Tetapi untuk postingan sebelumnya belum bisa saya hapus karena saya mau memastikan dulu apakah benar dia sudah nggak bikin konten seperti itu lagi di Jalan Tunjungan,” katanya. web