BANJARBARU – Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, HM Syarifuddin menyampaikan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel secara umum masih terkendali.

Hal itu disampaikannya saat ditemui di VIP Bandara Internasional Syamsudin Noor Banjar­baru, Senin (21/9), menyusul kedatangan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Menteri Kehutanan (Menhut).

Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin menjelas­kan, rombongan semula dijadwalkan menuju Kalimantan Tengah (Kalteng) . Namun, bandara di wilayah tersebut tidak dapat digunakan karena tertutup kabut asap.

“Memang sementara ini kasus Karhutla di Kalsel cukup terkendali. Ada beberapa titik, tetapi yang jelas masih bisa kita kendalikan,” ujar Muhammad Syarifuddin.

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalsel, Ronny Eka Saputra mengatakan kondisi Bandara Syamsudin Noor relatif aman diban­dingkan sejumlah bandara di wilayah Kalimantan lainnya.

Menurut Ronny, sempat terjadi keterlambatan penerbangan pada pagi hari, namun kondisi tersebut tidak terjadi setiap hari. Secara umum, penerbangan dari dan menuju Kalsel masih berjalan normal.

Terkait karhutla di Kalsel, Ronny menyebut masih terdapat beberapa titik api yang aktif dan menghasilkan asap. Namun, seluruh titik tersebut masih dalam penanganan petugas di lapangan.

“Secara umum masih bisa dikendalikan dn semua masih tertangani dengan baik, walaupun tidak sepenuhnya langsung padam karena kondisi lahan gambut,” jelasnya.

Penanganan terus dilakukan melalui pembasahan dan pengairan. BPBD Kalsel juga berkoordinasi dengan Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofesika (BMKG) untuk memantau peluang pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Namun demikian, sebut Ronny, OMC belum dapat dilaksanakan karena kondisi atmosfer saat ini belum mendukung. Pemantauan dan koordinasi dengan BMKG tetap dilakukan untuk menentukan waktu yang memungkinkan.

Sementara itu, pemerinta pusat berencana meminta dukungan Kalsel membantu penanganan Karhutla di Kalimantan Tengah, khususnya Pulang Pisau, yang masih terdampak kabut asap.

Ronny mengatakan, helikopter water bombing direncanakan dikerahkan ke Pulang Pisau dengan home base di Kalimantan Selatan, sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan karhutla lintas wilayah. MC Kalsel/Fuz/ani