BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan melalui Dinas Pariwisata (Dispar) setempat terus berupaya mempertahankan pengakuan internasional terhadap Meratus UNESCO Global Geopark (UGGp).
Salah satu upaya itu diwujudkan melalui kegiatan aksi kebersihan dan pelestarian bertajuk “Aksi Sapta Pesona Youth Geopark Meratus” di situs kerajinan purun (Kampung Purun), Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, Senin (21/9).
Dalam kegiatan tersebut, Dispar Provinsi Kalsel menggandeng berbagai unsur, mulai dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat, camat, generasi muda yang tergabung dalam Anjungan Putra-Putri Pariwisata Kalsel dan komunitas Youth Geopark, Bhabinkamtibmas hingga perwakilan Dias Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kota Banjarbaru.
Kepala Dispar Provinsi Kalsel, Iwan Fitriady mengatakan aksi bersih-bersih tersebut merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung upaya mempertahankan pengakuan internasional terhadap Geopark Meratus.
Menurutnya, pengakuan UNESCO yang piagamnya diserahkan langsung kepada Gubernur Kalsel pada 2025 lalu di Prancis merupakan pencapaian besar yang harus dijaga melalui komitmen dan kerja berkelanjutan.
“Sertifikasi dari pengakuan internasional yang diberikan oleh UNESCO itu tidak serta-merta berlaku selamanya. Nantinya akan ada validasi, revalidasi, evaluasi dan sebagainya,” katanya.
Makanya, sebut Iwan, ini salah satu upaya kita untuk menghadapi evaluasi dan revalidasi dari UNESCO. Kita ingin menunjukkan kepada UNESCO bahwa Geopark Meratus layak mendapatkan pengakuan secar internasional tersebut.
Iwan menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja melibatkan komunitas Youth Geopark dan Putra-Putri Pariwisata Kalsel untuk menumbuhkan serta menyebarluaskan semangat kepedulian terhadap lingkungan, khususnya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan situs Geopark Meratus.
“Kenapa aksinya mengambil Sapta Pesona yang ketiga, yaitu bersih-bersih? Karena, seperti kita ketahui, pelestarian destinasi wisata memerlukan peran semua pihak, terutama generasi muda. Kita berharap semangat generasi muda ini bisa ditularkan kepada yang lain, termasuk masyarakat sekitar tempat situs itu berada,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menyampaikan bahwa pelestarian Geopark Meratus memiliki dua tujuan utama. Pertama, menjaga dan memuliakan warisan bumi yang telah diakui dunia. Kedua, mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal di sekitar kawasan situs.
MC Kalsel/Jml/ani
