BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dan Danrem 101 Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus serta Sekdaprov HM Syarifuddin meninjau Posko informasi Kapal Tenggelam KM Virgo Transport 8 di Terminal Penumpang Trisakti sekaligus menjenguk korban yang dirawat di RSU Ulin Banjarmasin dan RS tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin, Senin (14/9).

Diketahui, penanganan para korban selamat atas tenggelamnya KM Virgo Transport 8 saat ini tersebar di RSUD Ulin Banjarmasin sebanyak 6 orang, RS tingkat III Dr R Soeharsono (RS TPT) Banjarmasin 7 orang dan di RSUD Sultan Suriansyah ada dua orang.

Tercatat, 59 korban lainnya sudah ditempatkan di penginapan sebelum mereka pulang ke rumah masing-masing. “Kami sudah perintahkan kepada pihak rumah sakit agar melakukan pelayan secepatnya untuk para korban, “ ujar Gubernur H Muhidin usai peninjauan.

Atas nama Pemprov Kalsel dan masyarakat Kalsel, Gubernur H Muhidin menyampaikan belangsungkawa yang mendalam atas insiden tenggelamnya di Laut Jawa KM Virgo Transport 8 saat melakukan pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin, Minggu (13/9) dini hari itu.

Sementara, Menhub Dudy Purwagandhi menyebutkan, data terakhir diterima pihaknya, penumpang selamat yang sudah dievakuasi sebanyak 108 orang, enam orang meninggal dunia, dan 129 lainnya masih dalam pencarian.

Belum ditentukan batas waktu pencarian, ujar Menteri Dudy, namun akan dimaksimalkan upaya pencarian korban oleh tim yang melibatkan berbagai unsur, diantaranya personel TNI, Polri, KSOP, dan pemerintah daerah serta unsur-unsur lain.

Disebabkan, memasuki hari kedua pencarian korban, pihak Basarnas mengerahkan 22 armada yang terdiri atas unsur laut dan udara, ada 17 armada laut dan lima unsur udara diterjunkan untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi kecelakaan kapal.

Di tempat yang sama, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin, dr Among Wibowo menyebut, hingga saat ini pihaknya menerima 6 pasien dari penumpang kapal tenggelam ini, lima diantaranya sudah masuk ruangan untuk observasi lanjutkan.

Secara umum, pasien yang kebanyakan mengalami cedera di daerah dada, tangan dan kepala. “Dari hasil CC, Kondisi pasien Alhamdulillah sudah mulai membaik,” ujar Among.

Terkait biaya pengobatan para korban, semua akan ditanggung pihak Jasa Raharja.

Turut dalam peninjauan, Direktur Utama PT Jasa Raharja (Persero) Muhammad Awaluddin dan jajarannya.

Dalam pernyataannya, pihak keluarga korban meninggal dunia, akan diberikan santunan Rp50 juta per orang ditambah dana ekstra cover dari asuransi PT Jasa Raharja Putera senilai Rp20 juta.

Sedangkan korban yang dirawat di rumah sakit, dijatah plafon biaya perawatan sebesar Rp20 juta per orang ditambah asuransi Jasa Raharja Putera Rp10 juta.

“Kami masih mendata korban dan ahli waris. Kalau data sudah terverifikasi, standar layanan kita 2 x 24 jam, dana diserahkan,” ujar Awaludin. adp