JAKARTA – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menggali praktik pelaksanaan tata tertib dan tata beracara Badan Kehormatan DPRD Provinsi DKI Jakarta. Studi komparasi ini menjadi bagian dari persiapan DPRD Kalsel sebelum membahas aturan BK yang direncanakan berlangsung bulan depan.
Ketua BK DPRD Kalsel, H. M. Rosehan Noor Bahri, bersama anggota BK melakukan kunjungan ke DPRD DKI Jakarta, Senin (14/9).
Rombongan diterima Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PAN, H. Lukmanul Hakim. Pembahasan difokuskan pada pengalaman dan mekanisme kerja BK dalam menjaga etika serta kehormatan anggota DPRD.
Rosehan mengatakan, DPRD DKI menjadi salah satu rujukan untuk menggali materi yang dapat memperkaya pembahasan tata tertib BK di Kalsel. Menurutnya, pembahasan aturan tersebut perlu disiapkan dengan melihat pengalaman daerah lain agar mekanisme yang disusun dapat menjadi pedoman ketika BK menjalankan tugasnya.
Pembahasan ini dinilai Rosehan sangat penting karena Badan Kehormatan memiliki posisi dalam menjaga perilaku dan kehormatan anggota DPRD. Rosehan menekankan, aturan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika terjadi persoalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga marwah anggota dewan yang memperoleh mandat dari masyarakat.
“Kami harus menjaga harkat dan martabat, kehormatan anggota dewan karena kiprah kita adalah dipilih oleh masyarakat, dibiayai oleh masyarakat, oleh sebab itu perilaku kita akan dijaga kehormatannya oleh siapa? Oleh kita sendiri sebagai anggota dewan,” katanya.
Rosehan berharap masukan dari DPRD DKI dapat memperkuat materi yang akan dibahas di Kalsel. Setelah pembahasan tata tertib BK, pihaknya juga berencana berkoordinasi dengan DPRD kabupaten/kota se-Kalsel untuk memperkuat pemahaman dan penerapan etika anggota DPRD.
“Saya sangat bersyukur banyak sekali masukan yang kami dapat di DPRD DKI, sehingga nanti kalaupun, mudah-mudahan jangan sampai terjadi seperti ini, nauzubillahimindzalik, Badan Kehormatan beracara, saya menghendaki semuanya menjadi yang lebih baik. Jadi kita tetap menjaga marwah, karena dari marwah itu kita akan menjaga citra sebagai seorang anggota dewan yang dipilih oleh masyarakat,” ujar Rosehan.rds
