RANTAU-Harga cabai rawit merah di Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, melonjak hingga 80 persen pada batas bawah harga, dalam sebulan terakhir di tengah kondisi musim kemarau dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Tapin Walaidi Rakhmat mengatakan, berdasarkan pemantauan di Pasar Keraton Rantau sebagai pasar pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), cabai rawit merah menjadi komoditas yang mengalami kenaikan harga paling signifikan.”Harga cabai rawit merah mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan hasil pemantauan pada awal Agustus,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui Telpon di Rantau, Kabupaten Tapin, Minggu.

Ia menjelaskan, pada 3 Agustus 2026 harga cabai rawit merah masih berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp100.000 per kilogram, sedangkan pada 4 September 2026 harga komoditas tersebut telah mencapai Rp90.000 hingga Rp120.000 per kilogram.

“Kenaikan itu membuat batas bawah harga cabai rawit merah bertambah Rp40.000 per kilogram atau sekitar 80 persen. Sementara batas atasnya meningkat Rp20.000 atau sekitar 20 persen,” Tambahnya.

Menurut Walaidi, kondisi musim kemarau menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati dalam perkembangan harga komoditas hortikultura.”Karhutla juga berpotensi memberikan dampak terhadap kondisi pertanian apabila memengaruhi lahan maupun aktivitas produksi,” katanya.

Ia menyebutkan, Disdag Tapin belum dapat memastikan apakah kenaikan harga cabai rawit merah akan bertahan dalam jangka panjang atau hanya berlangsung sementara.

Sementara itu, ucap Walaidi, harga cabai merah besar relatif stabil pada kisaran Rp50.000 hingga Rp70.000 per kilogram dan pada 4 September berada pada kisaran Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram.”Adapun harga cabai merah keriting masih berfluktuasi dengan kisaran Rp40.000 hingga Rp70.000 per kilogram,” tambahnya.

Dia mengungkapkan, Disdag Tapin akan terus memantau pergerakan harga di Pasar Keraton Rantau guna melihat kecenderungan harga cabai dan komoditas bahan pokok lainnya dalam beberapa pekan ke depan.{[an/mb03]}