BANJARMASIN – Ketua dan anggota pengurus PMI Kota Banjarmasin periode yahun 2026-2030 resmi dikukuhkan oleh Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, di Sekretariat Bersama, Khatib Dayan Banjarmasin, Selasa (1/9)

Pelantikan disaksikan oleh Walikota Banjarmasin HM.Yamin, Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri dan jajaran SKPD lingkup Kota Banjarmasin.

Usai pelantikan, Walikota Yamin mengharapkan pada kepengurusan baru dapat membawa semangat baru dalam memperkuat kerja-kerja kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dinilai menjadi kunci agar organisasi dapat memberikan manfaat yang lebih besar.

“Harapannya, di masa yang baru ini bisa lebih semangat lagi dalam kemanusiaannya, sosialnya. Tentunya memberikan yang terbaik kepada generasi agar Kota Batam semakin maju, kotanya sehat dan bersih,” ujarnya.

Menurutnya, kerja kemanusiaan tidak dapat dilakukan sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara organisasi, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab kebutuhan sosial yang terus berkembang.

Ia juga nenyampaikan agar saling kolaborasi dan sinergi terus dilakukan. Karena kemanusiaan merupakan bagian penting yang harus kita jalankan bersama.

Sementara Ketua PMI Banjarmasin Hj.Ananda mengatakan PMI akan memprioritaskan penguatan organisasi, relawan, serta Unit Donor Darah (UDD) untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Nanda, ada tiga prioritas utama yang akan dilakukan, yakni penguatan organisasi, penguatan relawan, dan penguatan UDD.

Penguatan UDD menjadi perhatian khusus karena kebutuhan darah di masyarakat masih cukup tinggi. Ketersediaan suplai darah dinilai harus menjadi perhatian utama agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi setiap saat.

“Suplai darah ini akan menjadi perhatian utama. Karena kita tahu bahwa setiap saat masyarakat masih kekurangan suplai darah. Makanya kita akan fokus mengenai itu,” ujar Nanda

Selain itu, PMI juga akan melakukan konsolidasi secara mendalam, termasuk melakukan penguatan terhadap aset-aset yang dimiliki organisasi.

“Kami habis ini akan konsolidasi secara mendalam dan kami akan hadirkan juga audit dari internal,” katanya.

Terkait teknis kebutuhan dan ketersediaan suplai darah, PMI menyerahkan penjelasan lebih lanjut kepada Ketua PMI Provinsi Kalimantan Selatan yang dinilai lebih berkompeten memberikan informasi mengenai kondisi kebutuhan darah di daerah.

Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat tata kelola organisasi sekaligus meningkatkan kemampuan PMI dalam memberikan pelayanan kemanusiaan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan darah bagi masyarakat. via/rds