TANJUNG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabalong menggelar sosialisasi, komunikasi, dan edukasi terkait penanggulangan bencana, bertempat di Kantor BPBD setempat, Rabu (12/8).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyampaikan, kegiatan kali ini menyasar kelompok rentan dalam hal ini kelompok lansia Kelurahan Sulingan.

“Alasan mereka mengikuti sosialisasi ini karena dalam penanggulangan bencana kelompok rentan itu merupakan prioritas yang salah satu kelompok rentan adalah lansia,” jelasnya.

Adapun pada sosialisasi tersebut, para lansia diberikan pemahaman terkait bencana itu apa, dampaknya, dan bagaimana cara mengurangi resiko bencana.

“Karena kalau risiko bencana itu terjadi, ada empat hal yang akan ditimbulkan, mulai dari korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan lingkungan, dan dampak psikologis,” ujarnya.

Oleh itu, ia mengharapkan para lansia ini dapat sedini mungkin melakukan penanggulangan bencana baik untuk dirinya sendiri, keluarga dan lingkungan, sebelum petugas datang ke tempat lokasi bencana.

“Walaupun di Tabalong ini daerah rawan bencananya dalam kondisi sedang, tetapi kalau kita berpergian ke tempat daerah lain yang rawan dan jenis bencananya banyak, itu sangat diperlukan edukasi hari ini,” tuturnya.

Ia juga menyebutkan, sosialisasi ini menyasar 350 orang secara bertahap yang dimana setiap pelaksanaan sebanyak 50 orang.

Selain diberikan edukasi, para lansia ini juga diberikan simulasi terkait dengan bagaimana menolong kalau korban bencana terkena serangan jantung.

“Ada tindakan namanya RJP, kalau menunggu petugas mungkin perlu waktu, tapi kalau masyarakat sudah mengetahu bagaimana penanggulangan sedini mungkin dapat mengurangi korban jiwa,” jelasnya.

Ia pun berharap melalui pertemuan ini, para lansia dapat mengevakuasi, menyelamatkan diri sendiri dan memitigasi serta mengetahui peringatan dini yang disampaikan instansi pemerintah.

“Seperti perkiraan cuaca, kondisi-kondisi alam, misalnya potensi tsunami, hingga potensi karhutla,” pungkasnya.yan/rds