AMUNTAI – Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) H. Sahrujani bersama Wakil Bupati HSU Hero Setiawan menghadiri Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII Tahun 2026 dengan mengusung tema “Membangkit Sastra di Negara Dipa”, Jumat (30/10/2026) malam, bertempat di Gedung H. Abdul Wahid, Amuntai.

Kegiatan momentum untuk memperkuat eksistensi sastra daerah, menggali kekayaan sejarah, serta melestarikan nilai-nilai budaya Banua yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Kalimantan Selatan.

Turut hadir Staf Ahli Gubernur Kalimantan Selatan H. Adi Santoso, Ketua DPRD HSU H. Fadillah, S.M., Sekretaris Daerah HSU H. Adi Lesmana, anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan Nor Fajri dan Dewi Raisya Aprillia, anggota DPRD Kabupaten HSU Aisha Nadela, Ketua GOW HSU Mayang Melani Hero Setiawan, Ketua DWP HSU Hj. Mislena Marangkir Adi Lesmana, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan se Provinsi Kalimantan Selatan, para kepala SKPD, kepala bagian, camat, budayawan, sastrawan, serta tamu undangan lainnya.

Bupati HSU H. Sahrujani menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta, budayawan, sastrawan, dan tamu undangan dari berbagai penjuru Kalimantan Selatan. Ia menyebutkan bahwa menjadi tuan rumah perhelatan sastra tingkat provinsi merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi Pemerintah Kabupaten HSU dan masyarakat.

Bupati mengatakan, sastra memiliki peran penting dalam memahami kehidupan, merekam pengalaman manusia, serta mengabadikan perjalanan sejarah dan kebudayaan untuk diwariskan kepada generasi mendatang.

Menurutnya, tema “Membangkit Sastra di Negara Dipa” mengajak semua pihak untuk kembali menelusuri jejak sejarah Negara Dipa yang memiliki keterkaitan erat dengan Hulu Sungai Utara, sekaligus menjadikannya sumber inspirasi dalam melahirkan karya-karya sastra yang hidup, kreatif, dan bermakna.

Ia juga mengajak, masyarakat untuk tidak hanya mengenang warisan sejarah, tetapi turut mengembangkan karya-karya baru dengan menggali khazanah sejarah, mendokumentasikan bahasa dan tradisi, serta mengangkat berbagai dinamika kehidupan masyarakat.“Bahasa harus terus digunakan, cerita harus dituturkan, dan tradisi perlu didokumentasikan serta dikembangkan agar tidak terputus oleh perubahan zaman,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa pelestarian sastra dan budaya merupakan tanggung jawab bersama. Para sastrawan diharapkan terus menghasilkan karya berkualitas, tenaga pendidik memperkenalkan sastra daerah kepada generasi muda, keluarga menjaga penggunaan bahasa ibu, serta komunitas literasi membuka ruang bagi masyarakat untuk membaca, menulis, dan berkarya.

Generasi muda juga diharapkan mendapatkan kesempatan seluas-luasnya untuk mengenal akar budaya daerah sekaligus mengembangkan kreativitas sesuai perkembangan zaman.

Suasana Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII Tahun 2026 semakin semarak ketika Bupati HSU H. Sahrujani turut membacakan puisi yang menggambarkan kekayaan alam, kehidupan masyarakat, nilai religius, budaya, serta semangat pembangunan Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Rangkaian Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXIII Tahun 2026 berlangsung pada 30 Oktober hingga 1 November 2026. Melalui kegiatan ini, diharapkan sastra semakin berkembang, kecintaan terhadap budaya daerah semakin tumbuh, serta sejarah Negara Dipa terus menjadi sumber inspirasi dalam memperkaya peradaban Banua. (suf/mb03)