MAKASSAR – Sebanyak 53 calon jemaah umrah asal Sulawesi Selatan (Sulsel) terpaksa mengalami pembatalan penerbangan lanjutan akibat insiden keamanan yang terjadi di Bandara King Khalid, Riyadh, Arab Saudi.

General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha, menjelaskan peristiwa pembatalan itu melibatkan maskapai penerbangan Malaysia Airlines dengan rute keberangkatan awal dari Makassar menuju Kuala Lumpur, yang kemudian dilanjutkan menuju Madinah.

“Maskapainya dari Malaysia Airlines dengan rute Makassar-Kuala Lumpur, kemudian connecting Makassar-Kuala Lumpur, Kuala Lumpur-Madinah,” kata Ruly saat ditemui di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Senin (12/10), seperti dikutip CNNIndonesia.com.

Ruly menerangkan penerbangan dengan nomor penerbangan MH846 yang melayani rute Makassar ke Kuala Lumpur tetap beroperasi secara normal. Namun, penerbangan lanjutan dari Kuala Lumpur menuju Madinah dengan nomor penerbangan MH158 terpaksa dibatalkan.

“Jadi yang cancel itu yang Kuala Lumpur-Madinah, kalau yang Makassar-Kuala Lumpur masih operasi,” jelasnya.

Dari total 83 penumpang dalam manifes penerbangan tersebut, sebanyak 53 orang merupakan jemaah umrah yang perjalanannya harus tertunda.

“Total penumpangnya 83 orang. Dari jumlah itu, 53 merupakan jemaah umrah yang terdampak pembatalan, sedangkan 30 lainnya penumpang reguler,” sebutnya.

Terkait penanganan para jemaah yang terdampak, Ruly menyebutkan bahwa hal tersebut berada di bawah kewenangan pihak maskapai dan agen perjalanan umrah yang bersangkutan, yakni PT MMB.

“Menurut koordinasi dengan teman-teman dari station manager Malaysia Airlines, itu memang menjadi kewenangannya dari maskapai dan agen dari umrahnya, dalam hal ini PT MMB yang menangani perjalanan umrah,” katanya.

Sementara, untuk jadwal penerbangan langsung dari Makassar ke Jeddah yang biasanya beroperasi dua kali dalam sepekan setiap hari Selasa dan Sabtu, pihak pengelola bandara masih memantau perkembangan situasi terkini.

Pihak bandara belum dapat memastikan apakah jadwal penerbangan selanjutnya akan berjalan normal atau terdampak, mengingat faktor keamanan penerbangan yang masih terus dievaluasi.

“Kami mengimbau calon jemaah umrah dan keluarga untuk senantiasa berkomunikasi dengan maskapai penerbangan serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terkini dan akurat mengenai jadwal keberangkatan dan ketentuan perjalanan,” katanya. web