TANJUNG-Sebanyak 45 mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an (STIQ) Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalimantan Selatan menerima beasiswa
Tahfidz Alqur’an dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Indonesia bidang pendidikan.
CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi menyampaikan pandangannya mengenai potensi besar yang dimiliki STIQ Amuntai ke depannya.
Ia menilai, lembaga ini mampu mengembangkan nilai-nilai Alqur’an secara ilmiah, salah satunya melalui konsep Psycho-Spiritual Healing Center yang saat ini sedang berkembang pesat di negara seperti Malaysia.
“Beasiswa ini wujud nyata komitmen PT Adaro Indonesia dalam pengembangan nilai-nilai keagamaan bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan,” jelas Aan, Kamis (1/10/2026) lalu.
Kemitraan strategis antara PT Adaro Indonesia dan STIQ Amuntai telah terjalin kokoh selama hampir 20 tahun dan sebanyak 228 mahasiswa telah menerima manfaat beasiswa tahfiz Alqur’an sejak tahun 2015 hingga 2026.
Ketua STIQ Amuntai, Dr KH Abdul Hasib Salim mengungkapkan bahwa memberikan kenyamanan serta kemudahan belajar bagi para Ahlullah (keluarga Al-Qur’an) merupakan sebuah langkah mulia yang bernilai spiritual tinggi.”Ini merupakan sebuah investasi yang bukan hanya berlaku di dunia saja namun untuk di akhirat,” jelasnya.
Bantuan pendidikan ini memberikan jalan bagi orang untuk berbuat baik karena bagi para penghafal Alqur’an, setiap satu huruf yang mereka baca akan mendatangkan pahala.
Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam atas keberlanjutan program pendidikan ini. “Terima kasih atas dukungan PT Adaro Indonesia yang telah memberikan jalan agar anak-anak kita bisa menyelesaikan kuliah dengan baik,” ungkapnya.
Saat ini tercatat ada sebanyak 45 orang mahasiswa dari lima kabupaten sekitar operasional Adaro mendapatkan beasiswa tahfidz.{[an/mb03]}
