PARINGIN-Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Pahlawan Aseri, Desa Mungkur Uyam, Kecamatan Juai, tersebut secara resmi ditutup oleh Bupati Balangan H. Abdul Hadi, Minggu (4/10/2026) malam.

Dalam sambutannya, Bupati Abdul Hadi menyampaikan, rasa syukur atas terselenggaranya seluruh rangkaian MTQ dengan lancar dan sukses. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, kafilah, panitia, dewan hakim, LPTQ, petugas lapangan, para donatur serta masyarakat yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurut Abdul Hadi, MTQ tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan untuk mencari qari dan qariah terbaik. Lebih dari itu, MTQ diharapkan mampu menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

“MTQ ini bukan hanya tentang mencari qari dan qariah terbaik, tetapi bagaimana Al-Qur’an benar-benar menginspirasi kita untuk mencintai, membaca, mempelajari dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Abdul Hadi.

Ia menilai, antusiasme dan keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan MTQ menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan tersebut mampu mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan serta membangun kehidupan sosial masyarakat yang harmonis.

Bupati Abdul Hadi berharap MTQ ke-XIX tidak berhenti pada seremoni dan perlombaan semata. Hasil dari kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar untuk melakukan pembinaan secara berkelanjutan terhadap bibit-bibit unggul di bidang Al-Qur’an.

“Kita berharap dari MTQ ini lahir generasi muda Qur’ani yang produktif, kreatif dan moderat. Generasi yang tidak hanya memiliki kemampuan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan,” katanya.

Ia juga berpesan, kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Hasil perlombaan hendaknya dijadikan pengalaman sekaligus motivasi untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan.

Sementara bagi peserta yang berhasil menjadi juara, Abdul Hadi mengingatkan, agar tidak cepat berpuas diri. Prestasi yang diraih pada MTQ tingkat kabupaten harus menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meningkatkan kualitas.

“Para juara jangan berhenti berlatih. Masih ada jenjang berikutnya, karena mereka nantinya akan membawa nama Kabupaten Balangan pada MTQ tingkat Provinsi bahkan Nasional,” tegasnya.

Abdul Hadi optimistis, pembinaan yang dilakukan secara serius dan berkelanjutan akan melahirkan qari dan qariah terbaik dari Kabupaten Balangan yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.

Bahkan, ia berharap suatu saat akan lahir putra-putri terbaik Balangan yang mampu membawa nama daerah hingga ke tingkat internasional.“Insya Allah, kita yakin akan ada qari dan qariah Balangan yang mampu mewakili Indonesia pada kompetisi tilawatil Qur’an antarbangsa. Namun, untuk mewujudkannya diperlukan pembinaan, kerja keras dan komitmen bersama,” ungkapnya.

Ia berharap, para peserta yang telah mengikuti MTQ ke-XIX, khususnya bibit-bibit muda, dapat terus mengembangkan potensi dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan. Dengan demikian, MTQ tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga melahirkan generasi yang memiliki akhlak mulia, cinta terhadap Al-Qur’an, mampu menjaga kerukunan serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan daerah.

Menutup sambutannya, H. Abdul Hadi secara resmi menyatakan MTQ Nasional ke-XIX tingkat Kabupaten Balangan tahun 2026 selesai dan ditutup dengan penuh rasa syukur. Salah satu harapan besar dari pelaksanaan MTQ ke-XIX ini adalah agar pembinaan terhadap para peserta tidak berhenti setelah perlombaan selesai. Para qari, qariah dan peserta cabang lainnya diharapkan tetap mendapatkan pendampingan dan pelatihan secara rutin sehingga kemampuan mereka terus berkembang.

MTQ juga diharapkan menjadi momentum untuk semakin menumbuhkan budaya membaca, mempelajari dan mengamalkan Al-Qur’an di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda. Ke depan, sinergi antara pemerintah daerah, LPTQ, para pembina, lembaga pendidikan, tokoh agama dan masyarakat diharapkan semakin kuat. Dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan, Balangan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak generasi Qur’ani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga memiliki karakter, akhlak dan kepedulian terhadap sesama.

Pelaksanaan MTQ ke-XIX di Kecamatan Juai pun diharapkan meninggalkan semangat baru bahwa prestasi Al-Qur’an bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses membangun generasi Balangan yang religius, berkarakter dan mampu mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi, nasional hingga internasional.{{ida/mb03}}