BANJARMASIN – Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan mendorong penguatan tata kelola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga mampu mencetak generasi muda yang mandiri dan berjiwa wirausaha.
Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Yani Helmi atau yang akrab disapa Paman Yani, usai mengikuti rapat kerja gabungan komisi yang membahas tata kelola BLUD SMK bersama pemerintah daerah, dunia usaha, dan pihak sekolah, Kamis (1/10)
Menurut Paman Yani, konsep BLUD pada sektor pendidikan memiliki karakteristik berbeda dibanding sektor usaha lainnya. Jika pada umumnya BLUD diarahkan untuk meningkatkan pendapatan layanan, maka pada SMK tujuan utamanya adalah menciptakan lulusan yang siap berwirausaha dan mampu bersaing di tengah masyarakat.
Ia menilai keberadaan BLUD dapat menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperkenalkan produk dan jasa yang mereka hasilkan kepada masyarakat luas.
Dengan demikian, hasil karya maupun keahlian para siswa tidak hanya berhenti di lingkungan sekolah, tetapi dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
Paman Yani mencontohkan sejumlah SMK di Kalimantan Selatan telah menunjukkan kualitas layanan yang mampu bersaing, salah satunya pada bidang perbengkelan. Bahkan, beberapa instansi pemerintah telah memanfaatkan jasa yang dikelola sekolah untuk perawatan kendaraan dinas.
“Kita ingin produk dan jasa yang dihasilkan SMK semakin dikenal masyarakat. Ketika mereka menjual produk atau menawarkan keahlian yang dimiliki, masyarakat tidak ragu untuk menggunakan karena kualitasnya sudah terbukti,” ujarnya.rds
