BANJARBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Selatan terus memperkuat komitmen dalam memperluas akses pendidi­kan tinggi bagi generasi muda Banua melalui penguatan program beasiswa, bantuan pendidikan serta pengelolaan asrama mahasiswa di luar daerah.

Upaya itu diwujudkan melalui Rapat Koordinasi dan Sosialisasi Program Beasiswa serta Penge­lolaan Asrama bagi Siswa yang Melanjutkan ke Perguruan Tinggi yang dilaksanakan Biro Kesejah­teraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kalsel di Ruang Rapat Maksid Setdaprov Kalsel, Kamis (24/9).

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel, HM Syari­fuddin dalam sambutan tertulis dibacakan Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, H Fahrurazi menyampaikan pemerintah daerah terus berupaya memastikan keter­batasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak Banua untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Pemprov Kalsel terus berupaya membuka kesempatan yang lebih luas agar anak-anak Banua dapat melan­jutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk bagi mereka yang memiliki keterbatasan secara ekonomi. Kita ingin memastikan bahwa jangan sampai ada anak Banua yang memiliki kemampuan dan kemauan untuk kuliah tetapi harus berhenti hanya karena persoalan biaya,” ujarnya.

Menurut Sekda, salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan pendidikan bagi mahasiswa asal Kalimantan Selatan yang melanjutkan studi ke kawasan Timur Tengah.

Program tersebut memberikan bantuan sebesar Rp25 juta bagi setiap mahasiswa dengan kuota 50 mahasiswa setiap tahun dalam satu masa studi.

Bantuan ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pendidi­kan mahasiswa sekaligus mendorong mereka untuk mengem­bangkan wawasan dan kompetensi selama menempuh pendidikan di luar negeri.

“Bantuan beasiswa bagi maha­siswa yang menimpa ilmu pengetahuan di timur tengah tersebut diperuntukkan bagi mahasiswa yang kurang mampu dari segi ekonomi dan meraih prestasi terbaik,” tambah Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, H Fahrurazi.

Menurut dia, bantuan ini tentu bukan sekadar bantuan biaya pendi­dikan dan diharapkan para penerima dapat memanfaatkannya sebaik mungkin untuk mendukung proses pendidikan, memperluas wawasan, memperdalam ilmu, dan nantinya kembali memberikan manfaat bagi masyarakat dan Banua.

Ia menambahkan, mahasiswa yang menempuh pendidikan di kawasan Timur Tengah diharapkan tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman keislaman, bahasa, budaya, serta wawasan global.

Karena itu, Fahrurazi berpesan agar para penerima maupun calon penerima beasiswa dapat menjalankan kesempatan tersebut dengan penuh tanggung jawab, bersungguh-sungguh dalam belajar, serta menjaga nama baik keluarga dan daerah. “Jangan lupa bahwa ilmu yang diperoleh pada akhirnya harus kembali memberikan manfaat bagi masyarakat,” pesannya.

Selain dukungan langsung kepada mahasiswa, Pemprov Kalsel juga memberikan perhatian terhadap penguatan kelembagaan perguruan tinggi melalui berbagai mekanisme hibah, terutama dalam mendukung pemenuhan sarana dan prasarana serta peningkatan sumber daya manusia di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, kualitas pendidi­kan tinggi tidak hanya ditentukan oleh mahasiswa dan tenaga pen­didik, tetapi juga oleh lingkungan pendidikan yang mendukung proses pembelajaran.

“Sarana prasarana yang memadai, tenaga pendidik yang berkualitas, serta tata kelola kelembagaan yang baik akan sangat menentukan kualitas lulusan,” katanya.

Untuk itu, bantuan melalui mekanisme hibah diharapkan dapat dikelola secara transparan, akuntabel, tepat sasaran, serta memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Perhatian serupa juga diberikan terhadap keberadaan Asrama Maha­siswa Kalimantan Selatan (AMKS) di luar daerah, tentu hal itu disesuai­kan dengan anggaran yang tersedia. MC Kalsel/dam/ani