Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak Bersubsidi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM Syaripuddin saat rapat dengan Satgas ,Pertamina,Hiswana Migas,Polda Kalsel dan Bapenda Kalsel.rds
BANJARMASIN-Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak Bersubsidi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan minta Sistem Distribusi daerah tentang Bahan Bakar Minyak (BBM).
Hal tetsebut untuk mengatasi kelangkaan BBM dan disparitas harga BBM yang saat ini terjadi di Provinsi Kalsel.
Ketua Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi Bahan Bakar Minyak Bersubsidi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM Syaripuddin mengatakan Pansus akan menggali kembali data di MyPertamina yang menggunakan sistem barcode.
Data tersebut akan disinkronkan dengan data yang ada untuk melihat bagaimana sistem distribusi BBM, khususnya BBM bersubsidi, kepada kendaraan bermotor, baik sepeda motor maupun kendaraan roda empat.
“Insyaallah pada 30 September nanti kami akan mengundang para penegak hukum dan Satgas untuk menyampaikan rekomendasi Pansus,” ujar Syaripuddin di Banjarmasin,Rabu (23/9) sore.
Ia juga akan meminta data dari Pertamina, sehingga dapat melihat secara lebih jelas bagaimana sistem distribusi BBM bersubsidi di daerah.
“Saya sampaikan bahwa persoalan ini bukan hanya pekerjaan Satgas dan bukan pula hanya pekerjaan Pansus,” tegasnya.
Pansus dalam hal ini memberikan rekomendasi untuk memperbaiki tata kelola distribusi BBM agar ke depan tidak kembali terjadi persoalan yang tidak di inginkan, seperti antrean panjang, masyarakat kesulitan memperoleh BBM, hingga dampaknya terhadap harga dan kondisi ekonomi masyarakat.
Jadi, Pansus melakukan kajian dan memberikan rekomendasi berdasarkan temuan-temuan di lapangan.
” Untuk pelaksanaannya, kami meminta Satgas bekerja dengan baik bersama pihak terkait untuk menjalankan rekomendasi-rekomendasi yang diberikan Pansus sesuai dengan hasil temuan tersebut,” jelasnya.
Rekomendasi dari Pansus ini rencananya akan disampaikan pada 30 September 2026.
Sementara,Sales Area Manager Wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) PT Pertamina Patra Niaga Bondan Tri Wibowo menjelaskan Terkait subsidi yang tepat sasaran.
” Kami siap mendukung langkah Pansus maupun Satgas yang akan dijalankan. Kami juga bersedia menyampaikan masukan kepada pihak terkait, termasuk mengenai mekanisme pengawasan dan sanksi bagi pihak-pihak yang melanggar,” katanya.
Kalau melihat kondisi antrean yang terjadi sekarang, ini bukan karena stok BBM tidak aman. Stok dan pasokan setiap hari masih aman.
Persoalannya lebih banyak dipengaruhi oleh disparitas harga antara BBM subsidi dan nonsubsidi.
“Kita melihat antrean saat ini lebih banyak didominasi sepeda motor dibandingkan mobil. Salah satu penyebabnya karena adanya peralihan pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi akibat perbedaan harga tersebut,” tambahnya.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat yang secara ekonomi masih mampu untuk menggunakan BBM nonsubsidi.
” Mari kita sama-sama menjaga dan menggunakan energi secara bijak, khususnya di tengah kondisi geopolitik global yang juga berdampak terhadap sektor energi,” imbaunya.
Ia berharap masyarakat ikut menjaga kondisi ini agar ketersediaan BBM di Kalimantan Selatan tetap aman. Untuk pasokan sendiri, saat ini ia memastikan bahwa suplai harian masih aman.rds
