TANJUNG- Kecamatan Banua Lawas menggelar Bakipas Pangeran Gebyar Maulid dan Doa Bersama Mengangkat Budaya Makan Batalam Bakipas Pangeran, Senin (14/9).
Bertempat di Lapangan 17 Mei Kecamatan Banua Lawas, Makan Batam Bakipas Pangeran ini telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementrian Kebudayaan Republik Infonesia.
“Ini adalah bukti nyata warga masyarakat Banua Banua Lawas sangat mencintai dan menjaga warisan leluhur bersama Pemkab Tabalong,” Kata Camat Banyak Lawas, Arianto.
Selain untuk melestarikan budaya, kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Maulid Besar Nabi Muhammad SAW 1448 H.
“Budaya ini adalah cermin sejarah perjalanan panjang masyarakat Banua Lawas, Budaya Banjar bertemu dengan tradisi kerajaan Islam, kearifan lokal dan semua berbaur menjadi sebuah tradisi,” jelasnya.
Adapun pesertanya terdiri dari seluruh desa yang di Kecamatan Banua Lawas, instansi kecamatan, dan beberapa sekolah dengan jumlah 22 stan yang menyediakan 806 talam berisi makanan untuk dimakan bersama-sama.
“Ini selalu meningkat, nadi kalau tahun depan kalau ada rencana untuk mengadakan Makan Batalam dengan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) saya kira ini sangat recommended,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Tahalong, H Muhammad Noor Rifani bersyukur Makan Batalam telah ditetapkan menjadi warisan budaya tak benda.
Menurutnya, kekompakan, kebersamaan, sinergi, dan kolaborasi ini merupakan modal yang terbaik untuk pembangunan.
“Dengan ditetapkannya Makan Batalam ini sebagai warisan budaya tak benda tentunya nilai-nilai kebersamaan, kolaborasi dan sinergi ini terus kita tingkatkan,” tuturnya.
Bupati juga mendukung supaya Makan Batalam Bakipas Pangeran ini meraih MURI.
“Saya kira ini tergantung kita semua, kalau bapak-ibu siap saya akan selalu mendukung ?Makan Batalam ini meraih MURI,” pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Hj Desi Suryanti Noor Rifani, Wakil Bupati Habib Muhammad Taufani Alkaf, Ketua Gow Nur Dewi Juliantini, Kepala SKPD, masyarakat, dan seluruh tamu undangan.
