BANJARMASIN- Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Selatan akan kembali memanggil General Manager PLN Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah untuk meminta penjelasan terkait pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi selama dua hingga tiga hari terakhir di Kalimantan Selatan, serta turut berdampak ke Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.

Menurutnya, keputusan pemanggilan tersebut telah disampaikan dalam sidang paripurna oleh Ketua DPRD Kalsel.

” DPRD ingin memperoleh penjelasan yang jelas mengenai penyebab padamnya listrik di tiga provinsi secara bersamaan,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kalsel,HM Rosehan NB di Banjarmasin,Sabtu (25/7).

. Ia menyoroti adanya perbedaan penjelasan yang disampaikan sebelumnya, mulai dari alasan kerusakan mesin hingga isu kekurangan pasokan batu bara.

DPRD juga menilai masyarakat berhak mendapatkan kepastian, bukan hanya imbauan untuk bersabar.

Ia mengkritik PLN yang dinilai cepat memberikan sanksi kepada pelanggan yang terlambat membayar listrik, sementara pemadaman bergilir maupun mendadak masih sering terjadi tanpa kepastian jadwal.

“Komisi III DPRD Kalsel telah sepakat untuk menggelar rapat bersama PLN dan kini tinggal menunggu undangan resmi dari Ketua DPRD,” jelasnya.

Harapannya, dalam satu hingga dua hari ke depan rapat tersebut dapat terlaksana sehingga masyarakat memperoleh penjelasan yang pasti dan persoalan pemadaman listrik dapat segera ditangani.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang terus menyampaikan keluhan melalui berbagai saluran komunikasi dan berharap permasalahan ini dapat diselesaikan melalui rapat antara DPRD dan PLN.rds