BANJARMASIN – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menggelar Mandiri bersama Pertamina berupa CRS pelatihan budidaya ikan air tawar berkelanjutan untuk kemandirian ekonomi warga ring 1 Kuin Cerucuk.

Dihadiri Camat Banjarmasin Barat,Amrullah S.STP, M.AP,Kelurahan Kuin Cerucuk,Haris Fadilah S.Sos, Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manager Banjarmasin Ary Putra Setiyawan,Sr.Spv.CSR & Smepp Regional Kalimantan,Alifa Meisarah dan timKhairul Anwar S.Pi, M.Si

Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Manager Banjarmasin,Ary Putra Setiyawan mengatakan Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab Pertamina karena berada di wilayah operasional perusahaan, khususnya di ring satu.

” Sebisa mungkin kami ingin terus berkontribusi kepada masyarakat sekitar. Aktivitas operasional kami setiap hari tentu menjadi perhatian masyarakat, sehingga kami merasa memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat yang nyata bagi lingkungan sekitar,” ujar Ary Putra di Banjarmasin,Selasa (21/7).

Bantuan yang diberikan berjumlah sekitar 10.000 ekor ikan lele. “Selain itu, kami juga menyediakan pakan ikan yang mencukupi hingga perkiraan masa panen,”jelasnya.

Namun, yang paling penting bukan hanya bantuannya, melainkan juga ilmu dan keterampilan bagi masyarakat.

“Oleh karena itu, kami menghadirkan narasumber yang kompeten agar masyarakat memperoleh pengetahuan tentang budidaya ikan sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal,”tambahnya.

Setelah masa panen, Pertamina juga akan membantu proses pemasarannya. Selain itu, akan dilakukan pendampingan secara rutin untuk memantau perkembangan program. Pendampingan tersebut dapat dilakukan langsung oleh pertamina maupun oleh organisasi atau instansi yang kami tunjuk, sehingga progres dan hasil dari pelatihan serta bantuan yang diberikan hari ini dapat terus dimonitor dan berjalan dengan baik.

Camat Banjarmasin Barat, Amrullah, S.STP., M.AP menjelaskan PT Pertamina Patra Niaga Banjarmasin yang telah memberikan kesempatan kepada warga Kelurahan Pekauman untuk mengikuti pelatihan budidaya ikan air tawar.

“Harapan kami, pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut secara berkesinambungan,” katanya.

Sesuai informasi yang disampaikan oleh pihak PT Pertamina, tahap awal ini difokuskan pada pengenalan dan pelatihan budidaya ikan air tawar.

Ke depan, program ini diharapkan dapat dikembangkan ke bidang budidaya lainnya sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat.

“Terkait ketersediaan lahan, kami memahami bahwa lahan pekarangan di lingkungan kami cukup terbatas,” cetusnya.

Namun demikian, masih terdapat beberapa lokasi serta kolam yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana budidaya.

Oleh karena itu, ia berharap program pelatihan seperti ini tidak hanya diberikan kepada peserta yang hadir pada hari ini, tetapi juga dapat terus dilaksanakan sehingga warga lain yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan juga dapat merasakan manfaatnya.

Ketua Patimasih,kurniawan dengan adanya panen ini, harapan ia tentu kegiatan pertanian tetap terus dijaga dan dikembangkan.

Di lokasi tersebut sudah ada berbagai jenis tanaman, seperti pandan, pare, dan aneka sayuran lainnya yang sudah mulai berjalan dengan baik.

Memang sebelumnya hasilnya masih sedikit karena masih tahap uji coba, tetapi sekarang sudah mulai menunjukkan perkembangan. Benih-benih juga sudah tersedia dan sudah mulai ditanam.

” Kemarin kami juga telah melakukan panen untuk beberapa komoditas, seperti pandan dan pare, serta mendokumentasikan hasil panennya,” jelasnya.

Mudah-mudahan ke depan hasil panen semakin meningkat dan memberikan manfaat bagi para petani maupun masyarakat sekitar.rds