RANTAU,- Bupati Tapin H Yamani menjadi pembina upacara peringatan hari keluarga nasional tahun 2026 yang di pusatkan di halaman kantor Setda Tapin, Senin (29/06/27.

Kegiatan di rangkai dengan pembacaan sejarah singkat hari keluarga nasional ke – 33 Tahun 2026 dan penyerahan program unggulan Bupati Tapin, diantaranya penyerahan bantuan program bantuan pelaksanaan kegiatan haul KH Imansyah Amir, LC kepada pengasuh Ponpes Assunniyah Tambarangan, sebesar Rp 50 juta, bantuan peringatan haul Guru Muhammad Sanusi Desa Purut, sebesar 25 juta Rupiah dan penyerahan bantuan peringatan haul ke-17 Al Habib Husein Bin Alwi Ba Bud, sebesar 50 juta Rupiah.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan 3 unit sepeda motor roda 3 dari Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Baznas Kabupaten Tapin Kepada Tuan Guru Ahmad Mahfuji, KH. Ruhuddin Andak, Lc dan Tuan Guru Sibawaihi Siraj.

Acara penyerahan dihadiri Asisten Sekretaris Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat H Zainal Abidin, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Zahidi Haitami, Ketua Baznas Tapin Noor Ifansyah.

Seperti yang diutarakan Bupati Tapin H Yamani dalam sambutannya, bantuan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mendukung terwujudnya daerah yang religius, dengan memperkuat peran para ulama dan tuan guru sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

“Hidup di era yang ditandai oleh perubahan cepat, ketidakpastian, kompleksitas, dan kebingungan arah. Disrupsi teknologi serta pergeseran nilai sosial kini dengan mudah memengaruhi kehidupan keluarga melalui gawai. Karena itu, ketangguhan keluarga menjadi fondasi utama dalam melindungi dan mempersiapkan generasi penerus menghadapi tantangan zaman,” Ujarnya.

Ditambahkan H Yamani, mengingat indonesia sedang memasuki masa bonus demografi, yang dapat menjadi peluang besar menuju kemajuan bangsa, namun juga berpotensi menjadi bencana demografi apabila tidak diiringi dengan pembangunan SDM yang berkualitas.

Transformasi kualitas SDM harus dimulai sejak dini, bahkan sejak dalam kandungan dan melalui pengasuhan di lingkungan keluarga. Untuk memanfaatkan bonus demografi secara optimal, terdapat tiga pilar utama yang harus diperkuat, yaitu kesehatan melalui pencegahan stunting dan pemenuhan gizi pada 1.000 hari pertama kehidupan, pendidikan karakter dengan menjadikan keluarga sebagai tempat menanamkan nilai integritas, kejujuran, dan kedisiplinan, serta ketahanan mental agar anak tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan.

Peningkatan kualitas SDM hanya dapat terwujud melalui pengasuhan yang melibatkan peran aktif kedua orang tua, khususnya ayah sebagai sosok yang hadir secara fisik maupun emosional dalam kehidupan anak. Di tengah pesatnya pengaruh teknologi digital, orang tua harus membangun komunikasi yang hangat, membatasi penggunaan gawai secara bijak, serta menjadikan rumah sebagai tempat yang aman, penuh kasih sayang, dan pembentukan karakter.

Dengan ketahanan keluarga yang kuat, berbagai ancaman seperti perundungan, tawuran, pergaulan bebas, dan penyalahgunaan narkoba dapat dicegah sejak dini, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, tangguh, dan memiliki masa depan yang lebih baik.{[her/mb03]}