BANJARMASIN- Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Alpiya Rakhman, S.E., M.M. terhadap pemadaman listrik secara tidak beraturan dari PLN sangat mengecewakan masyarakat.
Ia berharap persoalan ini segera mendapat perhatian karena sangat berdampak pada masyarakat.
“Kita ketahui bahwa daerah kita merupakan salah satu wilayah penghasil batu bara terbesar di Indonesia. Sangat disayangkan apabila masih terjadi pemadaman listrik bergilir, padahal potensi batu bara kita sangat besar,” ujar Alpiya Rakhman di Banjarmasin,Rabu (1/7).
Oleh karena itu, besok DPRD Kalsel berencana memanggil pihak PLN untuk meminta penjelasan mengenai penyebab permasalahan tersebut.
” Tadi kami juga meminta teman-teman untuk terlebih dahulu mengumpulkan laporan dan data yang diperlukan,” jelasnya.
Dalam waktu dekat ia akan mempertanyakan secara langsung apa kendala yang sebenarnya terjadi.
Jangan sampai persoalan ini disebabkan oleh kurangnya pasokan batu bara, padahal daerah memiliki sumber daya yang melimpah.
” Jika penyebabnya adalah kendala teknis lainnya, maka kami meminta agar segera dilakukan perbaikan,” tambahnya.
Jangan sampai masyarakat terus dirugikan akibat pemadaman listrik ini. Masyarakat adalah pihak yang paling merasakan dampaknya.
” Sementara itu, jika masyarakat terlambat membayar tagihan listrik, tindakan dari PLN dilakukan dengan cepat,” tandasnya.
Karena itu, PLN juga harus menunjukkan tanggung jawabnya kepada masyarakat. Paling tidak, apabila memang terjadi gangguan pelayanan yang merugikan masyarakat, perlu dipertimbangkan adanya bentuk kompensasi atau keringanan, misalnya berupa diskon.
Ia membahkan bahwa selama ini banyak sekali laporan dan keluhan masyarakat yang kami terima sebagai anggota DPRD terkait pemadaman listrik dan dampaknya terhadap berbagai aktivitas.
” Namun hingga saat ini kami belum menerima penjelasan resmi dari PLN kepada DPRD mengenai persoalan tersebut,” tandasnya.
Karena itulah DPRD berinisiatif untuk memanggil pihak PLN agar persoalan ini dapat dijelaskan secara terbuka.rds
