Close Menu
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Senin Mendatang,DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan ke DPR RI

Juni 25, 2026

51 ASN Dilantik

Juni 25, 2026

Pemkab Kotabaru Sapa Jamaah Haji, melalui “Live Info Haji”

Juni 25, 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Banjar
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sportivitas
    • Opini
    • Mozaik
Mata Banua
  • Headline
  • Indonesiana
  • Pemprov
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
  • Kotabaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Ragam
Home»DPRD Kalsel»Kartoyo Dorong Penguatan Potensi Ekonomi Warga Baruh Jaya
DPRD Kalsel

Kartoyo Dorong Penguatan Potensi Ekonomi Warga Baruh Jaya

Mata BanuaBy Mata BanuaJuni 25, 2026Tidak ada komentar3 Mins Read
Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp VKontakte Email
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, melaksanakan kegiatan Sosialisasi/Penyebarluasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Peraturan Daerah (Perda), serta peraturan perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (foto:mb/ist)
Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, melaksanakan kegiatan Sosialisasi/Penyebarluasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Peraturan Daerah (Perda), serta peraturan perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. (foto:mb/ist)
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

HSS– Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. Kartoyo, melaksanakan kegiatan Sosialisasi/Penyebarluasan Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), Rancangan Peraturan Daerah (Raperda), Peraturan Daerah (Perda), serta peraturan perundang-undangan terkait Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa di Desa Baruh Jaya, Kecamatan Daha Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Jumat (5/6).

Dalam kegiatan tersebut, H. Kartoyo memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebagai landasan dalam mendorong pengembangan potensi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Menurut H. Kartoyo, sosialisasi perda ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam lingkup rumah tangga, sekaligus memperkuat kemandirian desa.

“Melalui perda ini, masyarakat desa didorong untuk mampu mengembangkan potensi lokal yang dimiliki, baik di bidang usaha, keterampilan, maupun ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, pembahasan mengenai pemberdayaan masyarakat berkembang pada sektor keterampilan usaha rumahan, salah satunya usaha menjahit yang selama ini cukup banyak dijalankan oleh masyarakat Desa Baruh Jaya.

“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan sosialisasi Perda Nomor 4 Tahun 2016 tentang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.

Di Desa Baruh Jaya ini kami melihat potensi usaha menjahit rumahan yang cukup baik dan perlu terus didorong melalui peningkatan keterampilan seperti pelatihan menjahit serta dukungan sarana penunjang agar masyarakat semakin produktif,” ujar H. Kartoyo.

Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan menjahit tidak hanya berdampak pada peningkatan kemampuan kerja masyarakat, tetapi juga memiliki dampak sosial yang positif bagi lingkungan desa.

Menurutnya, pelatihan tersebut dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi angka pengangguran, serta mendorong pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi.

Selain itu, kegiatan pelatihan juga dinilai mampu memperkuat kebersamaan dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan produktif desa sehingga dapat menciptakan lingkungan sosial yang lebih aktif dan kreatif.

“Pelatihan seperti ini penting karena bukan hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memberikan dampak sosial bagi masyarakat. Ketika ibu-ibu memiliki kemampuan dan peluang usaha, maka ekonomi keluarga ikut terbantu dan kesejahteraan masyarakat desa dapat meningkat,” jelasnya.

Selain sektor menjahit, H. Kartoyo menilai Desa Baruh Jaya memiliki potensi sumber daya masyarakat yang sangat besar. Dengan jumlah penduduk sekitar 8.000 jiwa, desa tersebut menjadi salah satu desa dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

“Potensi masyarakat di sini sangat beragam, mulai dari usaha menjahit, bengkel, tukang las, perikanan hingga sektor pertanian. Hanya saja, untuk lahan pertanian masih menghadapi kendala kondisi air yang berubah drastis saat musim hujan maupun musim kemarau. Apabila ada dukungan pembangunan infrastruktur yang tepat, potensi ekonomi masyarakat dapat berkembang lebih optimal,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas pembangunan jalan penghubung Nagara–Margasari yang saat ini sedang dikerjakan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Daha Selatan dan sekitarnya.

Sebelum itu, salah satu tokoh masyarakat Desa Baruh Jaya, Hani, menyampaikan bahwa usaha jahit rumahan di desanya telah lama menjadi salah satu aktivitas produktif masyarakat yang membantu perekonomian keluarga.

Menurutnya, melalui perhatian terhadap pengembangan keterampilan dan usaha masyarakat, diharapkan kelompok penjahit di desa dapat terus berkembang dan memiliki daya saing yang lebih baik ke depannya.rds

Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr WhatsApp Email
Previous ArticleEks Ketua Ombudsman Bantah Terima Suap Rp4,85 M
Next Article Nor Fajri Pastikan Stok Pangan Aman dan Terkendali
Mata Banua

Related Posts

Senin Mendatang,DPRD Kalsel Sampaikan Tuntutan ke DPR RI

Juni 25, 2026

Komisi III Dorong Pengaspalan Banyu Irang-Tambang Ulang Segera Tuntas

Juni 25, 2026

Habib Hamid Sampaikan Empat Pilar Menjadi Fondasi Mewujudkan Pembangunan yang Adil dan Merata

Juni 25, 2026

Golkar Kalsel Sosialisasi Pemutakhiran Data Parpol

Juni 25, 2026
Leave A Reply Cancel Reply

Berita Pilihan
  • Facebook
  • Twitter
  • Pinterest
  • Instagram
  • YouTube
  • Vimeo
Mata Banua
© 2026 Matabanua.

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.