BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin secara resmi meluncurkan operasional Layanan Devisa Bank Kalsel yang berlangsung di Lantai 3 Kantor Pusat Bank Kalsel, di Banjarmasin, Senin (22/6).

Peluncuran tersebut dihadiri Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalsel, Agus Maiyo dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel, Fadjar Majardi, Komisaris Utama Non Independen Bank Kalsel, H Subhan Nor Yaumil dan Dirut Bank Kalsel, Fachruddin.

Peluncuran operasional layanan Bank Devisa Bank Kalsel tersebut ditandai dengan hand screen secara bersama-bersama.

Usai peluncuran, Gubernur Kalsel, H Muhidin mengapresiasi beroperasinya Layanan Bank Devisa Bank Kalsel, ini sebuah lompatan besar bagi bank kalsel dengan status ini, bank kalsel kini memiliki izin resmi untuk melayani transaksi dalam mata uang asing secara internasional.

“Saya mengimbau kepada seluruh pengusaha di Kalsel yang tergabung dalam HIPMI dan Kadin Kalsel, UMKM dan masyarakat serta lainnya untuk bisa bertransaksi langsung di Bank Kalsel,” ajak Gubernur Kalsel, H Muhidin.

Gubernur H Muhidin menyatakan dengan adanya Bank Devisa Bank Kalsel ini mulai dari transfer internasional, pembukaan rekening valuta asing, remitansi hingga dukungan bagi kegiatan ekspor dan impor telah ada di Bank Kalsel.

“Pintu layanan keuangan internasional kini terbuka di Kalimantan Selatan. Apa yang selama ini harus ditempuh melalui bank di luar daerah, kini dapat dilayani langsung oleh bank milik kita sendiri, bank kebanggaan urang banua,” ucap Gubernur H Muhidin.

Capaian ini, sebut H Muhidin sekaligus menjadi bukti bahwa Bank Kalsel telah memenuhi standar tata kelola, manajemen risiko, teknologi informasi serta kesiapan sumber daya manusianya.

“Kita patut mengapresiasi kematangan kelembagaan dan kepercayaan yang telah diraih Bank Kalsell,” tambah Gubernur Kalsel.

Sebelumnya, Gubernur Kalsel, H Muhidin didampingi Plh Sekdaprov Kalsel, H Subhan Noor Yaumil melakukan pembukaan rekening Bank Devisa Bank Kalsel sebagai dukungan penuh telah diluncurkannya layanan operasional tersebut.

“Ayo! para pengusaha, masyarakat dan UMKM buka rekening Bank Devisa Bank kalsel, supaya dapat bertnsaksi langsung ke Luar Negeri,” ajak Gubernur Muhidin.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Kalsel, Fachruddin, mengungkapkan peluncuran ini merupakan satu tonggak sejarah baru bagi Bank Kalsel, setelah melalui proses persiapan yang panjang, akhirnya Bank Kalsel secara resmi hadir sebagai Bank Devisa yang menghadirkan layanan perbankan dalam valuta asing.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari Pemprov Kalsel selaku Pemegang Saham Pengendali, OJK, Bank Indonesia, Dewan Komisaris, jajaran direksi hingga seluruh pegawai Bank Kalsel.

“Keberhasilan ini adalah keberhasilan bersama dan menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung proses ini sejak awal hingga Bank Kalsel resmi menjadi Bank Devisa,” katanya.

Dengan status tersebut, Bank Kalsel kini mampu memberikan berbagai layanan transaksi internasional, seperti tabungan, giro, dan deposito valuta asing, layanan jual beli valuta asing, pengiriman dan penerimaan dana internasional (remittance), bank notes, serta pengembangan layanan internasional lainnya secara bertahap.

Fachruddin menjelaskan, layanan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel mulai dari pelaku usaha ekspor-impor, investor, jamaah umrah dan haji, pelajar di luar negeri, hingga masyarakat umum yang memiliki kebutuhan transaksi keuangan internasional.

“Bank Kalsel ingin menghadirkan solusi finansial yang efektif dan efisien bagi masyarakt dan kehadiran layanan devisa ini akan memberikan kemudahan dalam mendukung aktivitas ekonomi yang semakin terhubung dengan pasar global,” ujarnya.

Ia menegaskan, predikat sebagai Bank Devisa bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar dalam memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

“Kepercayaan yang diberikan regulator dan masyarakat akan kami jawab dengan pelayanan yang profesional, tata kelola yang baik, pengelolaan risiko yang prudent serta inovasi yang berkelanjutan,” tegasnya.

Kedepan, Bank Kalsel akan terus memperkuat kapasitas organisasi, meningkatkan kualitas layanan, mengembangkan produk sesuai kebutuhan nasabah, serta memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan di dalam maupun luar negeri.

Sebagai Bank Pembangunan Daerah, lanjut Fachruddin, Bank Kalsel berkomitmen menjadi motor penggerak perekonomian regional melalui dukungan terhadap peningkatan investasi, perdagangan internasional, serta penguatan daya saing pelaku usaha daerah.

“Kami berharap layanan Bank Devisa ini menjadi salah satu instrumen yang mampu membuka akses ekonomi Kalsel ke pasar global. Sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dunia usaha, dan Bank Kalsel menjadi kunci agar ekonomi Banua semakin kuat, modern dan kompetitif,” pungkasnya. adp/ani