BANJARBARU – Kerugian akibat bencana sosial yang didominasi kebakaran pemukiman penduduk di Provinsi Kalimantan Selatan selama triwulan I (Januari-Maret) tahun 2026 mencapai Rp21,466 miliar.
“Dari kerugian akibat bencana sosial selama triwulan I tahun 2026 itu, terbanyak dialami Kabupaten Banjar sekitar Rp5,516 miliar,” kata Kabid Penanganan Bencana pada Dinas Sosial Provinsi Kalsel, H Achmadi, di Banjarbaru, Senin (13/4).
Selain itu, sebut Madi (sapaan akrabnya) kerugian yang cukup besar juga dialami Kabupaten Balangan sekitar Rp3,3 miliar dan Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mencapai Rp3,150 miliar serta Kabupaten Tapin Rp2,030 miliar.
Selanjutnya, Kota Banjarmasin sekitar Rp1,750 miliar, Kabupaten Tabalong encapai Rp1,520 miliar dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ditaksir Rp1,350 miliar.
Sementara empat daerah lainnya yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru kerugian dibawah Rp1 miliar, sedangkan di Kabupaten Barito Kuala (Batola), kebakaran nihil.
Ketika ditanya frekuensi kebakaran di Kalsel selama triwulan I tahun 2026, Madi menyebutkan tercatat 75 kali musibah kebakaran dan terbanyak di Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan masing-masing 13 kali.
Selain itu, di Kota Banjarbaru ada 11 kali, Kabupaten Tapin sembilan kali, di Kota Banjarmasin, Kabupaten HST dan Kabupaten Tabalong masing-masing enam kali, Kotabaru dan Kabupaten HSU masingmasing dua kali dan Kabupaten Tala dan Tanbu masing-masing satu kali.
Akibat bencana sosial selama triwulan I tahun 2026 itu, sebut Madi, menyebabkan 145 kepala keluarga (KK) atau 469 jiwa kehilangan tempat tinggi dan dua orang meninggal dunia yakni dari Kabupaten Tapin dan dua orang luka-luka.
Selain itu, akibat bencana sosial tersebut menyebabkan 134 buah rumah penduduk mengalami kerusakan barat, 16 buah rumah rusak sedang dan 18 buah rusak ringan.
Dalam kesempatan itu, Madi mengingatkan seluruh lapisan masyarakat Kalsel di lokasi rawan musibah kebakaran untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat dari April hingga Oktober terjadi kemarau ekstrem (godzilla el nino) melanda Kalsel. ani

