Oleh : Tomy Michael (Dosen FH Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya.)
Ideologi adalah puncak ketakutan negara karena apabila berubah maka cita-cita negara akan berubah juga. Dalam wujud negara kuno, ideologi dipengaruhi seseorang atau sekelompok orang sehingga ideologi lebih mengarah pada ajaran. Ideologi cenderung dinilai pada seseorang yang berpengaruh sehingga validasi hanya pada sekelompok kecil. Validasi dikaitkan dengan kepercayaan yang didominasi keyakinan akan dirinya.Ketidakpastian ini membuat masyarakat semakin tidak memiliki sistem yang kuat karena tidak ada yang dapat dijadikan panutan. Negara pun tidak bisa menjamin keadaan masyarakatnya karena sumber keyakinan pada dirinya.
Dalam perspektif perekonomian maka Karl Marx menjadikan ideologi sebagai penggerak kelas tertentu. Capaian-capaian pemikiran pada akhirnya mengubah pemikiran bernegara. Memang ajaran Karl Marx masih sering dibahas tetapi di era kecerdasan buatan, ideologi sangat berkembang. Apa yang membuat ideologi Karl Marx masih dipelajari hingga saat ini? Tentu ada benang merah yang bisa terhubung dengan berbagai fenomena. Walaupun penolakan juga tetap ada dan terdapat pertentangan didalamnya.
Ruang yang dulu hanya bisa dibahas oleh subjek hukum tertentu maka ideologi saat ini menjadi bahasan menarik. Suatu permasalahan ketika dikaitkan dengan ideologi maka permasalahan harus tunduk padanya. Pola demikian menjadikan ideologi bagai suatu titah yang harus dipatuhi. Padahal di ruang digital, permasalahan harus selaras dengan ideologi yang berjalan. Apakah Pancasila secara tekstual bisa menyelesaikan masalah bitcoin? Tentu tidak akan bisa karena pemahaman secara tekstual mengerdilkan pola pikir. Tetapi dengan penerapan sila ke lima maka kesenjangan akan akses teknologi menjadikan bitcoin sebagai alternatif kekayaan spekulatif. Apakah bitcoin dapat menjadi pemenuhan sila tersebut? Disinilah Pancasila memberikan pendampingan sehingga ideologi semakin jelas.
Membayangkan suatu hari nanti, Pancasila bisa menjadi landasan berpikir di negara lain dan diterapkan maka itu menjadi hal luar biasa. Tidak lagi membicarakan komunisme, marxisme atau leninisme tetapi Pancasila bisa mempengaruhi dunia. Maka diskusi terbuka harus menjadi perhatian. Tidak sekadar mencari kelemahan namun bagaimana kecerdasan buatan bisa menjadi bagian kehidupan berbangsa dan bernegara. Kecukupan demikian akan menambah aura generasi penerus untuk mengelola manajemen Pancasila secara konkret. Tercipta kebutuhan masyarakat yang sejalan dengan ide-ide penerus bangsa.
Agar kepedulian tetap ada maka pemerintah bisa menjadikan Pancasila dalam setiap kebijakannya. Pelibatan ini melalui partisipasi masyarakat yang bermakna. Mengacu pada Putusan Mahkamah Konstitusi No. 91/PUU-XVIII/2020 diartikan sebagai hak masyarakat untuk didengarkan pendapatnya, hak masyarakat untuk dipertimbangkan pendapatnya dan hak masyarakat untuk mendapatkan penjelasan atau jawaban atas pendapat yang diberikan. Penjelasan yang diterima pada akhirnya dari dua arah. Misalnya pemerintah menjelaskan dan mensosialisasikan mengenai Pancasila maka masyarakat pun juga demikian. Pancasila bisa diterima dalam segala hal dan dengan demikian akan menjadikan ideologi bukan hal untuk dikhawatirkan. Ideologi Pancasila adalah semangat komunal yang juga bermula dari kebutuhan komunal. Biarpun demikian, masalah pribadi tetap ada dan menjadi pertanggungjawaban negara dan bersama ketika itu tidak bertentangan dengan kebaikan yang universal. Bukan sekadar kepentingan individu tetapi bisa membawa pengaruh dalam hubungan antar negara.

