
AMUNTAI – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) menggelar rapat bersama pihak eksekutif dalam rangka membahas persiapan keberangkatan jemaah haji tahun 2026.
Rapat yang dipimpin Ketua Komisi II H Mukhsin Haita didampingi anggota H Teddy Suryana, Budi Lesmana, dan HM Arsyad Ariyadi ini turut dihadiri bagian kesejahteraan rakyat, dinas perhubungan, serta Kementerian Haji dan Umrah HSU.
Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten HSU H Hapizi menyampaikan, kuota jemaah haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan. Untuk Kalsel, kuota naik dari 3.818 menjadi 5.187 jemaah. Sementara Kabupaten HSU mendapatkan alokasi sebanyak 504 jemaah, meningkat dari sebelumnya sekitar 300 orang.
“Keberangkatan akan dibagi menjadi tiga kloter, yakni kloter 11 pada 7 Mei 2026, kloter 16 pada 14 Mei 2026, dan kloter 19 pada 20 Mei 2026. Kloter 11 full jemaah HSU sebanyak 355 orang, kloter 16 sebanyak 140 orang, dan kloter 19 sebanyak sembilan orang yang akan bergabung dengan Kabupaten Balangan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan seluruh persiapan administrasi seperti pelunasan, pemeriksaan kesehatan, manasik haji, hingga pengurusan paspor dan visa telah rampung. “Tinggal distribusi koper dan tas yang masih dalam proses pengiriman,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Hapizi pun turut mengapresiasi dukungan pemerintah daerah dan lintas instansi dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
“Koordinasi dengan pemda sangat luar biasa. Kami mengucapkan terima kasih kepada bagian kesra, dinkes, dishub, satpol PP, kominfo, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan maksimal,” ujarnya.
Sementara, Ketua Komisi II DPRD HSU H Mukhsin Haita menekankan pentingnya kesiapan jadwal yang matang guna mengantisipasi perubahan. “Jadwal yang belum pasti ini perlu di rekayasa sejak awal, sehingga jika ada perubahan bisa segera di akomodir,” katanya.
Ia juga mengingatkan agar rangkaian kegiatan keberangkatan tidak membebani jemaah. “Jangan sampai jemaah kelelahan karena terlalu banyak seremonial. Kalau bisa diringkas saja, kasihan jemaah,” tegasnya.
Anggota DPRD HSU H Teddy Suryana menambahkan, rapat ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap pelayanan publik, khususnya penyelenggaraan ibadah haji.
“Banyak aspirasi masyarakat yang masuk ke DPRD, sehingga rapat ini menjadi bahan evaluasi. Kami menjalankan fungsi pengawasan untuk memastikan pelayanan terbaik bagi jemaah,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama jemaah lansia. “Kami minta agar pemeriksaan kesehatan benar-benar optimal, dan lansia mendapat pendampingan khusus,” tambahnya.
Teddy juga menegaskan kesiapan DPRD dalam mendukung penyelenggaraan haji dengan mengoptimalkan fungsi pengawasan. “Ini merupakan perdana kemenhaj mandiri sebagai pelaksana, silakan koordinasi dan kami siap membantu,” tegasnya.
Melalui rapat ini, DPRD HSU menegaskan perannya tidak hanya sebagai lembaga legislatif, tetapi juga sebagai pengawas kebijakan dan pelayanan publik agar seluruh proses penyelenggaraan haji berjalan lancar, tertib, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi jemaah. suf

