
MARTAPURA – Bupati Banjar H Saidi Mansyur menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Banjar bersama jajarannya di Mahligai Sultan Adam Martapura, Jumat (10/4) pagi.
Kunjungan ini beragenda penyampaian laporan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 H/2026 M, sekaligus menegaskan kesiapan daerah dalam menyambut keberangkatan jemaah ke Tanah Suci Mekkah.
Kepala Kantor Kemenhaj Kabupaten Banjar H Erfan Maulana mengatakan, total jemaah haji tahun ini berjumlah 671 orang yang tersebar di seluruh kecamatan. Ia juga menjelaskan aspek teknis pembinaan jemaah.
“Seluruh tahapan persiapan terus kami matangkan baik dari sisi administrasi, kesehatan, maupun kesiapan petugas kloter,” ujarnya.
Secara operasional, lanjut dia, jemaah Kabupaten Banjar akan diberangkatkan dalam lima kelompok terbang (kloter) dengan jadwal bertahap mulai akhir April hingga pertengahan Mei 2026.
Untuk mendukung pelayanan, telah ditetapkan petugas kloter, yakni M Halil sebagai Ketua Kloter dan Abdul Gani sebagai Pembimbing Ibadah.
Sementara, layanan kesehatan akan ditangani tim medis yang terdiri atas dr Nia Indah Yuniarti sebagai dokter kloter, serta dua perawat, Suriadi dan Masruroh.
Dukungan Petugas Haji Daerah (PHD) juga disiapkan, yakni Deni Apriani untuk layanan kesehatan dan Moryati Asmahanie untuk layanan umum. Turut disampaikan sejumlah tantangan, terutama dominasi jemaah berusia 41 hingga 70 tahun yang memerlukan perhatian khusus.
Untuk mengantisipasi hal itu, kemenhaj menyiapkan strategi berupa monitoring kesehatan mandiri, pendampingan jemaah risiko tinggi, serta penguatan koordinasi antarpetugas.
Dari hasil pemeriksaan kesehatan, mayoritas jemaah telah memenuhi syarat istitha’ah. Tercatat 205 orang dinyatakan sehat, 457 orang memerlukan pendampingan, dan hanya satu orang yang belum memenuhi syarat kesehatan. Adapun untuk jemaah cadangan, 11 orang dinyatakan sehat dan 63 orang membutuhkan pendampingan.
Di sisi administrasi, seluruh dokumen jemaah dipastikan lengkap. Pengumpulan paspor telah mencapai 100 persen, proses bio-visa rampung, serta status kepesertaan BPJS kesehatan seluruh jemaah dinyatakan aktif dan valid.
Audiensi juga menyoroti peningkatan kuota jemaah Kabupaten Banjar yang signifikan, yakni dari 462 orang tahun 2025 menjadi 671 orang pada 2026 atau meningkat sekitar 45 persen. Sementara jumlah pendaftar haji mencapai 18.017 orang dengan rata-rata masa tunggu sekitar 30 tahun.
Bupati Banjar Saidi Mansyur pun mengapresiasi kesiapan yang telah dilakukan jajaran kemenhaj dan seluruh petugas.
Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor guna memastikan penyelenggaraan haji berjalan lancar dan aman.
“Dengan jumlah jemaah yang meningkat, kita harus memastikan pelayanan semakin optimal. Saya berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan dedikasi,” ujarnya.
Audiensi ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara haji, guna memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah Kabupaten Banjar. ril/dio

