
KOTABARU – Untuk melestarikan budaya dan mempromosikan wisata daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan membuat Replika Pasar Terapung Tradisional di Danau Air Tawar Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, seperti halnya yang asa di Lok Baintan Kalsel.
Pada Replika Pasar Terapung Tradisional ini menampilkan aktivitas jual-beli di atas jukung (perahu kecil) khas Banjar, kuliner, dan kerajinan.
Acara ini diresmikan Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin pada Sabtu (11/4), dan disaksikan Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Forkopimda Kalsel, dan kepala daerah se-Kalsel.
Pada kegiatan tersebut, tampak Bupati Kotabaru H Muhammad Rusli SSos bersama rombongan menghadiri peresmian penandatangan Dermaga Pasar Terapung tersebut.
Bupati Rusli menyambut baik dan mendukung sepenuhnya Replika Pasar Terapung ini baik perekonomian, UMKM, dan pariwisatanya, karena akan meningkatkan dan mengenalkan pariwisata, budaya, dan UMKM di Kalsel hingga mancanegara.
Acara di awali dengan sambutan Tarian Rudat dan Kolosal dari Kabupaten Tabalong, serta penampilan fashion sasirangan khas Banjarmaain.
Pada kesempatan itu, Gubernur Kalsel H Muhidin mengatakan, kegiatan Pasar Terapung di TMII ini akan terus berkesinambungan dan di isi dengan berbagai kegiatan atau acara dari pihak Pemprov Kalsel setiap Sabtu dan Minggu atau hari libur.
Hal itu dilakukan agar pengunjung dapat melihat aktivitas kuliner khas seperti Soto Banjar, kerajinan UMKM, dan pertunjukan seni budaya Banua.
“Kita ingin nantinya setelah peresmian Dermaga Pasar Terapung di TMII ini, pihak Pemerintah Provinsi Kalsel mengisi acara atau kegiatan agar tetap jalan, kalau tidak maka akan hancur,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur Muhidin juga mengingatkan kepada panitia pelaksana untuk bisa menghadirkan suasana Pasar Terapung Tradisional layaknya di Kalimantan Selatan (seperti Lok Baintan).
“Dengan jukung yang terapung di danau/perairan di area anjungan dan melengkapi isian perahu dengan buah buahan serta makanan khas daerah asli Banjarmasin, sehingga bisa menjadi daya tarik wisata di Jakarta, khususnya bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara,” pungkasnya. nia

