Mata Banua Online
Senin, April 13, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BTN Sebut Permintaan Rumah Tetap Tinggi

by Mata Banua
12 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
KEBUTUHAN RUMAH – Semahal berapapun rumah akan tetap diperjuangkan bagi mayarakatan yang membutuhkannya selagi mampu. Karena itu permintaan tetap tinggi meski kondisi ekonomi menghadapi tekanan mengingat, rumah sebagai kebutuhan dasar hidup yang membuat permintaannya relatif stabil.(foto:mb/ant)

BANDUNG – Permintaan hunian dinilai te­tap kuat meski kondisi ekonomi me­ng­ha­da­pi tekanan. Bank Tabungan Negara (BTN) menyebut rumah sebagai kebutuhan da­sar yang membuat permintaannya relatif sta­bil.

Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, kepemilikan rumah ber­kaitan langsung dengan kebutuhan ke­lu­arga, sehingga masyarakat tetap berupaya mem­beli rumah. “Rumah itu kebutuhan da­sar. Orang akan tetap berusaha punya ru­mah, apa pun kondisinya,” ujar Nixon d­a­lam media briefing diBandung, Jawa Barat.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Kedelai Impor Ditahan di Harga Rp11.500 per Kg

12 April 2026
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

Harga Emas Antam di Pegadaian Naik

12 April 2026

Menurut Nixon, kondisi ini membuat per­mintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), khu­susnya untuk rumah subsidi dan rumah per­tama, lebih stabil dibandingkan sektor la­in. Tekanan ekonomi dinilai lebih ber­dam­pak pada pembelian rumah untuk in­vestasi atau rumah kedua. “Kalau untuk in­vestasi atau second home mungkin ter­pe­ngaruh. Tapi kalau rumah pertama, orang pas­ti akan cari cara untuk punya,” kata Nixon.

Ia menambahkan, pembiayaan pem­be­li­an rumah kerap melibatkan dukungan ke­lu­arga, terutama untuk uang muka. “Di In­do­nesia itu biasa, untuk uang muka keluarga pa­tungan, saling membantu supaya bisa punya rumah,” ujarnya.

BTN mencatat mayoritas debitur KPR be­rasal dari masyarakat berpenghasilan ren­dah, dengan rata-rata pendapatan sekitar Rp4,9 juta per bulan. Latar belakang pe­kerjaan debitur juga beragam, mulai dari pe­kerja informal hingga karyawan.

Di sisi lain, realisasi penyaluran KPR di­pengaruhi faktor musiman, seperti musim hu­jan serta periode Ramadan dan Idulfitri ya­ng dapat memperlambat penyelesaian pem­bangunan rumah. “Kalau musim hujan atau Lebaran, biasanya penyelesaian fisik ru­mah melambat. Itu yang membuat pen­yaluran terlihat turun, ukan karena pe­r­min­taan hilang,” kata Nixon.

Dengan kondisi tersebut, BTN menilai sek­tor perumahan, khususnya rumah pertama, memiliki daya tahan terhadap tekanan ekonomi. “Ini kebutuhan dasar, sama seperti makan dan pakaian. Orang tetap akan berusaha memenuhinya,” ujar Nixon.

BTN memproyeksikan permintaan KPR tetap terjaga seiring pertumbuhan jumlah ke­luarga baru dan kebutuhan hunian yang te­rus meningkat. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper