
JAKARTA – Anggota Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD), Fatia Maulidiyanti menyebutkan aktivis KontraS Andrie Yunus masih dirawat intensif dan telah menjalani lima kali operasi pada bagian kulit hingga mata imbas penyiraman air keras oleh anggota TNI.
“Andrie sudah menjalani sekitar lima kali operasi untuk kulit dan juga mata. Untuk kulitnya sudah dijalankan operasi skin graft (cangkok kulit), jadi penambalan dari kulit paha ke sekujur badannya di bagian dada, leher, dan lengan gitu,” kata Fatia saat aksi memperingati 30 hari penyiraman air keras tersebut di depan RSCM, Jakarta, seperti dikutip detikcom, Minggu (12/4).
Fatia mengatakan Andrie Yunus masih harus menjalani pengobatan selama beberapa bulan ke depan. Empat bulan lagi, kata dia, direncanakan Andrie akan menjalani operasi mata.
“Jadi Andrie akan masih tetap menjalani pengobatan sampai dengan beberapa bulan ke depan dan empat bulan lagi juga Andrie rencananya akan kembali dioperasi matanya begitu,” sebutnya.
Fatia menjelaskan, kondisi mata kanan Andrie rusak setelah terkena air keras. Andrie terancam kehilangan penglihatan di mata kanan.
“Jadi kita sekarang berdoa supaya Andrie bisa dicangkok matanya dan juga bisa pulih gitu ya matanya karena karena air asamnya itu sangat pekat pada akhirnya membuat bola matanya meleleh, dan pada akhirnya Andrie terancam untuk kehilangan penglihatan di mata kanannya,” tuturnya.
Seperti diketahui, Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam.
Puspom TNI kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma (Detasemen Markas) Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
TNI telah menyelesaikan penyidikan terhadap empat prajurit TNI tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat prajurit TNI itu dilimpahkan ke Oditur Militer (Otmil) II-07 Jakarta.
Aulia mengatakan berkas perkara keempat tersangka akan diperiksa oleh pihak Oditur Militer. Jika dinyatakan lengkap, keempat tersangka akan diadili di Pengadilan Militer.
Sementara, koalisi masyarakat sipil Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi menyusuri titik-titik perjalanan Andrie Yunus saat mendapat teror air keras, Minggu (12/4), yang dikutip CNNIndonesia.com.
Aksi ini digelar sebagai peringatan 30 hari peristiwa teror terhadap aktivis KontraS tersebut.
Aksi dimulai dari depan YLBHI, Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian peserta aksi berjalan menuju SPBU yang ada di kawasan Cikini, dilanjutkan ke arah Taman Dipenogero dan berujung di Jalan Talang, tempat di mana Andrie disiram air keras.
Di lokasi penyiraman air keras, sejumlah mural dan poster-poster sebagai dukungan kepada Andrie. Tak sedikit poster berisi tuntutan, mulai dari dorongan dibentuknya tim gabungan pencari fakta (TGPF) hingga permintaan pengusutan tuntas kasus penyiraman air keras ke Andrie Yunus.
“Adili para pelaku di peradilan umum,” demikian tertulis dalam salah satu poster yang dibawa.
Peserta aksi juga terlihat membagi-bagikan bunga dan mengikat pita pink di lokasi Andrie disiram air keras. Aksi ditutup dengan doa bersama. ant
Andrie Yunus menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3) malam. Puspom TNI kemudian menangkap empat orang yang diduga sebagai pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempatnya diketahui merupakan anggota Denma Bais TNI dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU).
TNI telah menyelesaikan penyidikan terhadap empat prajurit TNI tersangka penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Keempat prajurit TNI itu dilimpahkan ke Oditur Militer (Otmil) II-07 Jakarta.
Kapuspen TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Aulia Dwi Nasrullah dalam keterangan yang diterima, Selasa (7/4), mengatakan berkas perkara keempat tersangka akan diperiksa oleh pihak Oditur Militer. Jika dinyatakan lengkap, keempat tersangka akan diadili di Pengadilan Militer.
“Untuk selanjutnya akan diperiksa kelengkapan berkas syarat formil dan materiil. Jika berkas dinyatakan lengkap, akan dilimpahkan ke Pengadilan Militer II-08 Jakarta,” ucap Aulia.web

