
TANJUNG – Proses seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabalong dimulai.
“Berdasarkan berita acara panitia seleksi nomor: 12/pansel.JPT-TAB/III/2026, hasil penilaian wawancara menunjukkan persaingan di antara para calon Kepala Dinas di tiga instansi,” ujar Plt Kepala BKSDM Fauzan, Rabu (8/4).
Ia menyampaikan tiga jabatan yang diperebutkan tersebut diantaranya Kepala Disdikbud, Kepala Dinkes dan Kepala BKPSDM.
Pada Kepala Dinas Kesehatan ada delapan kandidat yang bersaing ketat salah satunya H Ahmad Baihaki, yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kesehatan, berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor 28,49.
Sementara Dr Rapolo, Kepala Bidang Penanggulangan Penyakit Dinkes Manik, dan Dr Ida Hastutiningsih, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bapperida juga memiliki selisih poin tipis.
Kemudian untuk Disdikbud GT Judid Ihsan Permana, yang menjabat sebagai Kepala Bagian Tata Pemerintahan, berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor 28,70.
Diikuti Masdulhak Abdi, Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Disdikbud, dan Najibul Khairani, Pengawas Sekolah Ahli Madya Disdikbud, bersaing di posisi tiga dan dua.
Sementara di BKPSDM, Fauzan yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris BKPSDM sekaligus Plt Kepala BKPSDM yang berhasil meraih nilai tertinggi dengan skor 29,05. Fauzan dibayangi oleh GT Judid Ihsan Permana, di posisi kedua.
Kemudian H Rudi Noor Erwan, yang menjabat sebagai Camat Muara Harus, dan Dr Verawati Ramli, Inspektur Pembantu I Inspektorat, berada di posisi ketiga dengan selisih nilai yang sangat tipis.
“Hasil penilaian wawancara ini akan di ranking dalam tiga besar untuk masing-masing jabatan yang sedang dilelang,” ujar Plt Kepala BKPSDM.
Ia menambahkan, dari tiga nama yang berada di posisi tiga besar, akan diusulkan Bupati ke Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Pengusulan oleh Bupati nanti ini untuk mendapatkan rekomendasi persetujuan. Setelah mendapatkan rekomendasi, tahapan berikutnya adalah pelantikan para pejabat terpilih,” tuturnya.
Fauzan menambahkan, proses seleksi ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam memilih pemimpin terbaik untuk mengelola sektor-sektor strategis di Kabupaten Tabalong.
“Ini juga komitmen pemerintah daerah untuk memastikan transparansi dan objektivitas dalam pengisian jabatan-jabatan penting tersebut,” pungkasnya.yan/rds

