
BANJARBARU – Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Rifki Hakim mengatakan program pendidikan gratis sebagai upaya pemerintah memperkuat perluasan akses tenaga pendidik nasional karena pengajar berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan latar belakang yang beragam serta pengalaman yang berbeda-beda.
Menurut Rifki di Banjarbaru Kamis, guru yang mengajar di SRT 9 Banjarbaru tidak hanya berasal dari Kalimantan Selatan, tetapi juga dari berbagai wilayah lain seperti Nusa Tenggara, Jawa, dan daerah lainnya di Indonesia.
“Keberagaman latar belakang tersebut memberikan warna tersendiri dalam proses pembelajaran serta memperkaya pengalaman siswa di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, seluruh guru di SRT 9 Banjarbaru telah berstatus PPPK, sehingga memiliki kepastian dalam aspek kepegawaian serta dapat fokus menjalankan tugas pendidikan secara profesional dan berkelanjutan.
“Tenaga pendidik didukung oleh berbagai tenaga pendukung lainnya yang membantu operasional sekolah secara keseluruhan setiap hari,” katanya.
Ia menilai bahwa kolaborasi antar tenaga pendidik dari berbagai daerah mampu menciptakan suasana belajar yang dinamis, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman.
Selain itu, kehadiran tenaga pendidik dari luar daerah juga memberikan perspektif baru bagi siswa dalam memahami keberagaman Indonesia secara lebih luas.
“Kualitas pembelajaran diharapkan terus meningkat secara berkelanjutan dan mampu mencetak siswa yang unggul,” ujar Rifki.

