Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

by Mata Banua
8 April 2026
in Banjarmasin
0

Walikota dan Dandim 1007 Tanam Padi di Sungai Andai

WALIKOTA HM Yamin, Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, Camat Banjarmasin Utara Norrahmati serta petani, bersiap menanam padi.(foto:mb/ist)

BANJARMASIN – Walikota Muhammad Yamin HR bersama Komandan Kodim 1007/Banjarmasin Slamet Riyadi turun langsung melakukan tanam padi perdana bersama petani di Sungai Andai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Rabu (8/4).

Berita Lainnya

Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

Yamin Minta Dukungan Perluasan Wilayah ke Pemprov

8 April 2026
Mikrotrans Dipertimbangkan Jadi Transportasi Publik

Mikrotrans Dipertimbangkan Jadi Transportasi Publik

8 April 2026

Penanaman ini menandai dimulainya musim tanam padi di Banjarmasin dengan target total lahan pertanian seluas 200 hektare. “Ini untuk menjaga dan mempertahankan luasan lahan pertanian kita yang semakin tergerus dengan perumahan,” ujar Yamin.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Banjarmasin yang hanya seluas 98 kilometer persegi membuat ruang semakin terbatas. Di satu sisi, kebutuhan perumahan meningkat, pun di sisi lain ketahanan pangan juga tak boleh diabaikan.

“Kita harus menjaga kawasan ini sebagai wilayah pertanian. Jangan sampai hilang. Ini soal masa depan pangan kita,” tegasnya.

Menurutnya lagi, realitas potensi sebenarnya masih terbuka. Sungai Andai dinilai mampu menjadi penopang kebutuhan pangan lokal. Apalagi, puncak musim tanam diperkirakan terjadi pada Mei 2026. Namun tantangan nyata mulai mengintai mulai dari ancaman banjir, kekeringan saat kemarau, hingga serangan hama.

“Kami berharap dukungan dari pemerintah provinsi dan balai wilayah untuk pembangunan irigasi. Saat banjir, air jangan sampai merendam tanaman. Saat kemarau, harus ada sistem pompanisasi agar petani tetap bisa bertani,” jelas Yamin.

Yamin mengatakan pentingnya penyesuaian pembangunan perumahan dengan karakter kota rawa. “Rumah harus tetap berpanggung tinggi. Jangan abaikan kondisi alam Banjarmasin sebagai kota seribu sungai,” tambahnya.

Lebih jauh, pemerintah menjanjikan pendampingan dan kebijakan yang berpihak pada petani, sementara para petani tetap menunjukkan komitmen menjaga lahan yang ada. Namun, ancaman alih fungsi lahan dan keterbatasan infrastruktur menjadi pekerjaan rumah yang tak bisa ditunda.

Kegiatan tanam padi ini turut dihadiri Komandan Kodim 1007/Banjarmasin, Slamet Riyadi, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjarmasin, Yuliansyah Effendi, beserta jajaran dan kelompok tani setempat.

Menurutnya, ketahanan pangan ini perlu kolaborasi diperkuat, dan solusi infrastruktur direalisasikan untuk menekan pesatnya pertumbuhan penduduk dan urbanisasi Banjarmasin. via

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper