Mata Banua Online
Kamis, April 9, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beras, Telur, Ayam Ras dan Jagung Capai Swasembada

by Mata Banua
8 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Menteri Pertanian (Men­tan) Andi Amran Sulaiman me­na­takan setelah berhasil men­capai swasembada beras, kini In­donesia juga swasembada telur ayam ras, daging ayam serta ja­gung pakan.

Amran menyatakan bahwa In­d­onesia semakin memperkuat swa­sembada pangan nasional, khu­susnya pada pemenuhan ke­bu­tuhan pangan pokok strategis be­rupa sumber karbohidrat dan pro­tein.

Berita Lainnya

Belum Ada Titik Temu Kenaikan UMP 2026

Minat Terbang Masyarakat Diprediksi Turun

8 April 2026
Minyak Curah Mengalami Kenaikan

Minyak Curah Mengalami Kenaikan

8 April 2026

Capaian ini menegaskan bah­wa produksi pangan dalam ne­geri telah mampu menopang ke­butuhan konsumsi nasional tan­pa ketergantugan pada impor. “P­a­ngan kita ini sudah swa­sem­ba­da pangan, protein dan kar­bo­­hidrat. Jadi pangan yang di­bu­tuhkan tubuh itu protein dan karbohidrat. Kita sudah swa­sem­bada hari ini,” kata Amran da­lam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI.

Amran yang juga menjabat se­ba­gai Kepala Badan Pangan Na­sional (Bapanas) ini men­ye­butkan berbagai pangan pokok stra­tegis yang telah mencapai le­vel swasembada antara lain be­ras, telur ayam ras, dan daging ay­am serta jagung pakan.

Keempat komoditas tersebut me­rupakan sumber karbohidrat dan protein serta pendukung pro­duksi sumber protein hewani. Pen­capaian swasembada kar­bo­hid­rat dan protein tersebut ter­ma­ktub dalam Proyeksi Neraca Pa­ngan Nasional Tahun 2025.

Untuk beras sepanjang tahun 2025 tidak ada impor karena pro­duksi setahunmencapai 34,69 juta ton telah dapat memenuhi k­e­butuhan konsumsi tahunan se­besar 31,16 juta ton.

Sementara itu, untuk daging ayam ras dan telur ayam ras juga swa­sembada. Sepanjang 2025 ti­dak ada importasi karena pro­duksi dalam negeri masih me­lampaui kebutuhan konsumsi na­s­ional.

“Produksi daging ayam ras 4,29 juta ton dengan konsumsi se­tahun 4,12 juta ton. Untuk pro­duksi telur ayam ras 6,54 juta ton dengan konsumsi setahun 6,47 juta ton,” jelasnya.

Kondisi tanpa impor juga ada di jagung pakan. Setelah ta­hun 2024 sempat ada impor ja­gung pakan, sepanjang 2025 di­pas­tikan tidak ada impor lagi. Produksi jagung paan kadar air 14% sepanjang 2025 berada di 16,16 juta ton dengan kebutuhan kon­sumsi 15,23 juta ton. Amran me­nuturkan masih ada lagi be­be­rapa pangan pokok strategis yang sudah tidak bergantung pa­da importasi.

Bahkan dia menyebut In­do­nesia sudah menjadi eksportir ba­gi kebutuhan pasar global. “Ba­wang merah, gula kon­sum­si, cabai, juga sudah. Bahkan ada yang ekspor, yakni minyak go­reng. Kita termasuk ekspor ter­besar dunia. Kita yang men­sup­lai dunia. Jadi se­mua ini su­dah swasembada dan ditambah ikan, sudah ada pangan kita. Ka­lau yang belum itu ke­de­lai, ba­wang putih, susu, daging,” je­las­nya. Menurut Amran, visi swa­sembada pangan yang di­ga­ung­kan Presiden Prabowo Subianto me­rupakan kunci utama dalam meng­antisipasi krisis akibat konflik geopolitik dan perubahan iklim. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper