Mata Banua Online
Rabu, April 8, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Produksi Beras Terancam Turun, Berimbas Harga Berpotensi Naik

by Mata Banua
7 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto:mb/web)

JAKARTA – Badan Pusat Sta­tistik (BPS) mewanti-wanti ada­nya potensi koreksi produksi be­ras nasional pada awal 2026 di te­ngah inamika cuaca ekstrem dan ancaman El Nino.

Kondisi ini berisiko me­ne­kan pasokan dan mendorong ke­na­ikan harga. BPS mencatat pro­duksi beras sepanjang Januari-Mei 2026 diperkirakan mencapai 16,57 juta ton, turun sekitar 0,38 juta ton atau 2,22% di­ban­dingkan periode yang sama ta­hun sebelumnya. Koreksi ii ter­jadi meskipun pada awal tahun sem­pat terlihat adanya pe­ni­ng­katan produksi.

Berita Lainnya

KPR Syariah Subsidi Makin Dilirik

KPR Syariah Subsidi Makin Dilirik

7 April 2026
Siap-Siap Harga Air Minum Kemasan Naik

Siap-Siap Harga Air Minum Kemasan Naik

7 April 2026

Deputi Bidang Statistik Dis­tribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan penurunan ini sejalan dengan proyeksi me­­le­mahnya produksi pada periode Maret-Mei 2026. BPS memperkirakan pro­duk­si beras pada periode tersbut men­capai 11,91 juta ton atau tu­run 1,49 juta ton, setara pe­nu­runan 11,11% dibandingkan pe­riode yang sama tahun lalu.

Sejalan dengan itu, BPS men­catat potensi produksi padi pa­da Maret-Mei 2026 hanya s­e­be­sar 20,68 juta ton gabah kering gi­ling (GKG) atau turun 2,59 ju­ta ton GKG. Angkanya turun 1,12% dibandingkan periode ya­ng sama tahun lalu yang men­ca­pai 23,26 juta ton GKG.

Namun, angka potensi ter­sebut masih dapat berubah ter­ga­n­tung kondisi pertanaman di la­pangan sepanjang Maret-Mei 2026. “Contohnya di sini ketika ada serangan hama atau or­ga­nis­me pengganggu tanaman atau OPT,ketika nanti ada banjir, ke­ti­ka kekeringan, ketika misalnya wak­tu pelaksanaan panen oleh pe­ta­ninya bergeser maka ten­tu­nya ini akan mengalami pe­ru­bah­an potensi,” kata Ateng.

Badan Meteorologi, Kl­i­ma­to­logidan Geofisika (BMKG) dalam laporan per­kem­bangan iklim terbarunya mem­perkirakan peluang ber­kem­ba­ngnya feno­mena El Niño pa­da semester kedua tahun ini. Hi­ngga akhir Maret 2026, kondisi El Niño-Southern Oscillation (ENSO) dan Indian Ocean Di­po­le (IOD) terpantau masih be­rada pada fase Netral.

Namun, pemodelan iklim me­nunjukkan bahwa ENSO da­pat berkembang menjadi fase El Niño pada semester kedua 2026. “Pada saat ini, prediksi BMKG un­tuk intensitas El Niño berada pa­da kategori lemah hingga mo­derat dengan peluang 50-80%, dan menatat adanya ke­mu­ng­kinan kecil [kurang dari 20%] feno­mena ini berkembang menjadi kategori kuat” ujar Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena.

Meski telah mendetksi bibit-bi­bit kemunculan El Niño pada pa­ruh kedua tahun ini, BMKG me­ngingatkan pentingnya ke­ha­ti-hatian dalam me­ng­i­n­ter­pr­et­asi­kan data prediksi terkini karena adanya fenomena spring pre­dic­tability barrier.

Fenomena ini merupakan penrunan drastis akurasi prediksi model cuaca dan iklim untuk ENSO saat belahan Bumi utara melewati periode musim semi (Maret, April, Mei). isn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper