
MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar merespons cepat dalam menangani musibah tanah longsor yang terjadi di RT 01 Desa Sungai Langsat Kecamatan Simpang Empat, Senin (6/4) dini hari.
Langkah terpadu lintas sektoral langsung di ambil guna memastikan akses transportasi masyarakat tidak terputus total.
Bencana yang di picu oleh intensitas hujan tinggi ini menyebabkan badan jalan kabupaten di sepanjang aliran Sungai Pengaron ambles. Kondisi ini sempat mengancam keselamatan warga dan melumpuhkan urat nadi ekonomi desa setempat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar Wasis Nugraha melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik M Hasbie menegaskan, pemerintah kabupaten memprioritaskan keselamatan warga serta pemulihan fungsi jalan.
”Sesuai arahan pimpinan, kami langsung melakukan kaji cepat untuk memetakan titik-titik rawan. Kondisi di lapangan memang cukup kritis, terutama di titik kedua yang hanya menyisakan bahu jalan selebar 50 cm di bibir sungai,” ujarnya.
Ia pun memastikan pemerintah daerah hadir di tengah masyarakat dengan menggandeng jajaran TNI-Polri, serta aparat desa untuk melakukan penanganan darurat.
BPBD juga berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar untuk mengerahkan alat berat ke titik lokasi bencana. Pengerahan ekskavator ini bertujuan mempercepat normalisasi badan jalan.
”Kita sudah berkoordinasi dengan dinas PUPRP yang juga telah mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan material longsor, serta pemadatan kembali badan jalan yang ambles yang krusial dilakukan untuk mencegah longsor susulan yang bisa memutus akses jalan secara total,” katanya.
Aksi tanggap darurat ini memicu gelombang gotong royong antara personel BPBD, dinas PUPRP, TNI, polsek, dan warga desa. Berkat sinergi tersebut, material longsor yang menutupi badan jalan pada titik pertama berhasil dibersihkan.
Hingga berita ini diturunkan, kendaraan roda empat sudah mulai dapat melintas secara bergantian dengan sistem buka-tutup di bawah pengawasan petugas, sembari alat berat terus bekerja melakukan penguatan di sisi jalan yang terdampak.
Kendati akses telah terbuka terbatas, Pemkab Banjar tetap mengeluarkan imbauan waspada kepada para pengguna jalan.
Hal ini mengingat kedalaman longsor mencapai 10 meter dan kondisi tanah yang masih labil di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Kabupaten Banjar. ril/dio

