Mata Banua Online
Selasa, April 7, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Modus Haji Ilegal Mencuat Lagi

by Mata Banua
6 April 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
(foto;mb/web)

JAKARTA – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Kon­sulat Jenderal Republik In­do­nesia (KJRI) Jeddah me­ng­im­bau masyarakat untuk me­was­pa­dai berbagai modus ke­be­ra­ng­katan haji ilegal di tegah pe­n­getatan kebijakan Pemerintah Arab Saudi pada musim haji 2026. Peringatan ini di­sam­pai­kan dalam pertemuan antara Direktur Jenderal Bina Pen­y­e­le­ng­garaan Haji dan Umrah (PHU) Puji Raharjo dengan Kon­sul Jenderal RI Jeddah Yusron B. Ambary di Kantor KJRI Jeddah.

Kedua pihak sepakat mem­per­kuat edukasi publik agar War­ga Negara Indonesia (WNI) ti­dak terjebak praktik haji non-pr­o­sedural. Puji menegaskan bah­­wa otoritas Arab Saudi han­ya mengakui visa haji resmi se­ba­gai dokumen sah untuk pelak­sanaan ibadah haji.

Berita Lainnya

Harga Cabai Rawit Merah Rp83.150 per Kg

Harga Cabai Rawit Merah Rp83.150 per Kg

6 April 2026
Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

Harga BBM Subsidi Tak Naik sampai Akhir Tahun

6 April 2026

Oleh karena itu, masyarakat di­minta memahami aturan yang berlaku sebelum memutuskan be­rangkat.

Sejalan dengan itu, Yusron me­ngingatkan agar calon jemaah m­e­mastikan jenis visa yang dimiliki. Ia menegaskan bahwa visa ziarah, visa kunjungan, mau­pun dokumen lain di luar ke­tentuan tidak dapat digunakan un­tuk berhaji. “Jangan mudah ter­gi­ur jalur cepat. Hanya visa ha­ji resmi yang diakui otoritas Sau­di,” ujarnya melalui ke­te­ra­ng­an resmi.

KJRI Jeddah mencatat masih ada­nya kasus WNI yang ditin­dak aparat keamanan Saudi ka­re­na mencoba berhaji me­ng­gu­na­kan visa non-haji.

Modus yang ditemukan an­tara lain penggunaan atribut haji pal­su, kartu identitas tidak sah, hi­ngga visa dengan data yang ti­dak sesuai paspor.

Risiko yang dihadapi pun ti­dak ringan. Selain gagal me­nu­nai­kan ibadah, pelanggar ber­po­ten­si dikenai denda besar, de­por­tasi, hingga laranga masuk ke Arab Saudi selama 10 tahun.

Dalam pertemuan tersebut, tu­rut dibahas kesalahpahaman ter­kait Haji Dakhili atau haji do­mestik. Skema ini hanya di­pe­run­tukkan bagi warga lokal Sau­di dan ekspatriat dengan izin ti­ng­gal (iqamah) yang valid mi­ni­mal satu tahun, sehingga tidak da­pat dimanfaatkan sebagai jalur al­ternatif bagi jemaah asal In­do­nesia.

Pemerintah juga me­ng­ingatkan masyarakat untuk lebih kri­tis terhadap tawaran paket ha­ji, termasuk yang dikenal se­bagai Furoda atau program tan­pa antre.

Masyarakat diminta tidak ter­paku pada istilah paket, me­la­in­kan memastikan kejelasan visa ha­ji, legalitas penyelenggara, ser­ta kesesuaian dengan pro­se­dur resmi. Kemenhaj dan KJRI Jeddah menilai penguatan pe­ng­awasan lintas instansi serta edu­kasi publik yang masif menjadi kun­ci untuk mencegah mun­cul­nya korban penipuan perjalanan iba­dah.

Perbaikan sitem pendataan um­rah yang lebih akurat juga di­ha­rapkan dapat meningkatkan pe­r­lindungan jemaah. Upaya ini di­lakukan guna memastikan seluruh proses ibadah berjalan se­suai ketentuan, sekaligus men­jamin keamanan dan kek­hus­yukan jemaah Indonesia di Tanah Suci. bisn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper