Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Satria Muda Dikalahkan RANS Simba

by Mata Banua
5 April 2026
in Olahraga
0
Berusaha – Pebasket Rans Simba Bogor KJ Buffen (kanan) berusaha memasukkan bola yang diadang dua pebasket Satya Wacana Salatiga Serigne Modou Kane (tengah) dan Leon Gilmore III (kiri) saat pertandingan Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di Gymnasium Sekolah Vokasi IPB, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/3/2026). Rans Simba Bogor menang lawan Satya Wacana Salatiga dengan skor 93-67.(foto:mb/ant)

Jakarta – Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung Djordje Jovicic menilai kegagalan timnya menguasai rebound menjadi faktor utama kekalahan 84-95 dari RANS Simba Bogor, pada IBL pekan ke-10.

Menurut dia, kekalahan dalam merebut rebound khususnya offensive rebound, membuat RANS mendapatkan peluang serangan tambahan yang berujung keunggulan sepanjang pertandingan.

Berita Lainnya

Lewandowski Bawa El Barca Taklukkan Atletico Madrid

Lewandowski Bawa El Barca Taklukkan Atletico Madrid

5 April 2026
Arsenal Tersingkir dari Piala FA

Arsenal Tersingkir dari Piala FA

5 April 2026

“Mereka berhak mendapatkan kemenangan karena bermain dengan lebih baik dibandingkan kami,” kata Jovicic setelah pertandingan di Bandung Arena, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (4/4) malam.

Berdasarkan statistik laga, RANS membuat total 53 rebound, sedangkan Satria hanya 40 rebound.

Tuan rumah juga terlalu terbuka dalam mengantisipasi permainan post-up lawan sehingga paint area mudah dieksploitasi.

Kondisi tersebut membuat Satria Muda kesulitan menjaga konsistensi permainan sejak kuarter awal.

Sang pelatih menambahkan, meski bangkit pada kuarter keempat dan memaksa pertandingan berlanjut ke overtime, Yudha Saputera dan kawan-kawan kembali kehilangan kendali permainan pada momen krusial tersebut.

Guard senior Satria Muda Pertamina Bandung Widyanta Putra Teja menyatakan timnya gagal mengontrol offensive rebound lawan sehingga memberi kesempatan untuk mendulang angka.

“Pertahanan di paint area juga menjadi kelemahan yang dimanfaatkan lawan, ditandai dengan banyaknya pelanggaran hingga beberapa pemain harus keluar karena foul,” ujar dia.

Bagi pemain yang kerap disapa Widy itu, kekalahan tersebut menjadi evaluasi penting bagi Satria Muda untuk memperbaiki performa, terutama dalam penguasaan rebound dan pertahanan di paint area. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper