
TANJUNG – Musibah kebakaran terjadi di Desa Marindi RT 8, Kecamatan Haruai, Sabtu (4/4) sekitar pukul 03.00 Wita.
Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo Jayawardana melalui Kasi Humas Iptu Heri Siswoyo mengatakan, kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh korban Abdullah (85).
“Kejadian diketahui setelah korban Abdullah merasakan hawa panas saat sedang beristirahat di dalam rumahnya sekitar pukul 03.00 Wita,” ujarnya, Sabtu (4/4).
Ia menyebutkan, korban segera keluar rumah dan berteriak meminta pertolongan warga. Mendengar hal tersebut, warga sekitar segera berdatangan.
“Warga berupaya melakukan pemadaman secara manual serta menghubungi pihak kepolisian dan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Kecamatan Haruai,” katanya.
Polsek Haruai yang dipimpin Kapolsek Ipda M Faizal Rachman yang menerima laporan kejadian tersebut juga segera datang untuk membantu serta melakukan penanganan TKP.
“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.00 Wita berkat kerja sama antara warga setempat, BPK, dan UPBS wilayah Kecamatan Haruai,” ungkapnya.
Kasi humas mengungkapkan, akibat kejadian tersebut satu unit rumah milik Abdullah mengalami kerusakan terbakar 100 persen, sementara satu unit rumah milik Suhaimi (39) juga mengalami gosong pada sebagian dinding samping.
“Total kerugian materil diperkirakan mencapai Rp 150 juta, namun tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut,” pungkasnya.
Berdasarkan keterangan saksi, yakni Ahmad (45) selaku ketua RT setempat dan Nor Jakiah (40), api diduga berasal dari korsleting arus listrik di rumah milik Abdullah. yan

