Mata Banua Online
Senin, April 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

BPSDMD Kalsel Dorong Lahirnya Pemimpin Birokrasi Adaptif

by Mata Banua
5 April 2026
in Pemprov Kalsel
0

 

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah saat audensi dengan Kepala Badan Lembaga Administrasi Negara (LAN) terkait rencana pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tahun 2026

BANJARBARU – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Kalimantan Selatan terus mematangkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tahun 2026.

Berita Lainnya

Pemprov Kalsel Komitmen Pengurangan Jumlah Pengangguran

Pemprov Kalsel Komitmen Pengurangan Jumlah Pengangguran

5 April 2026
Gubernur Hadiri Haul Jamak Para Muassis Ponpes Ma’arif Assunniyyah

Bappeda Kalsel Pastikan Keselarasan Program Lewat Desk Renja 2027

5 April 2026

Program strategis ini kembali digelar sebagai upaya mencetak pemimpin birokrasi yang adaptif dan berdaya saing dalam menghadapi tantangan pembangunan.

Keseriusan tersebut ditunjukkan melalui koordinasi intensif yang dilakukan jajaran BPSDMD Provinsi Kalsel dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI di Jakarta, Rabu (1/4).

Pertemuan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan teknis dan substansi pelatihan, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan pembina pelatihan ASN tingkat nasional.

Kepala BPSDMD Provinsi Kalsel, Faried Fakhmansyah menegaskan bahwa pelaksanaan PKN tahun 2026 ini tidak hanya berfokus pada rutinitas pelatihan, namun juga diarahkan untuk menghasilkan transformasi nyata dalam kepemimpinan birokrasi.

Menurut Faried, komunikasi yang terbangun dengan LAN RI menjadi kunci dalam menjaga kualitas penyelenggaraan, termasuk penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan pembangunan daerah dan nasional.

“PKN ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagian dari upaya strategis untuk membentuk pemimpin yang mampu beradaptasi dan responsif terhadap dinamika pembangunan,” ujarnya.

Direncanakan berlangsung mulai 10 Juni hingga 15 Oktober 2026, PKN akan mengusung tema kepemimpinan adaptif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Fokus pembelajaran mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang resilien, khususnya dalam sektor pangan, kebencanaan, energi dan ekonomi.

Sebanyak 60 peserta akan mengikuti pelatihan ini yang berasal dari berbagai instansi, baik di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimatan Selatan, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal, maupun lembaga pemerintah tingkat pusat.

Keberagaman peserta diharapkan mampu memperkaya perspektif serta memperkuat jejaring kerja antarlembaga.

Di sisi lain, BPSDMD Kalsel juga tengah menargetkan peningkatan akreditasi kelembagaan menjadi kategori A pada tahun 2026.

Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan menyeluruh, mulai dari peningkatan kompetensi tenaga pengajar, penguatan sistem pembelajaran berbasis kebutuhan, hingga optimalisasi sarana dan prasarana pelatihan.

Faried menyampaikan optimisme bahwa langkah-langkah yang dilakukan akan berdampak signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia aparatur di Kalimantan Selatan.

“Kami berkomitmen menghadirkan pelatihan yang berkualitas, sehingga mampu melahirkan pemimpin birokrasi yang profesional, inovatif dan memiliki daya saing,” tegasnya.

Sementara itu Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq memberikan apresiasi atas kesiapan Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan PKN dan dukungan itu menjadi bentuk kepercayaan terhadap kapasitas daerah dalam menjalankan program pengembangan kompetensi ASN secara optimal.

“Kami mengapresiasi komitmen dan kesiapan Kalimantan Selatan sebagai penyelenggara PKN. Ini menunjukkan bahwa daerah memiliki kemampuan yang baik dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN secara berkelanjutan,” ujarnya.

Pelaksanaan PKN 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mampu mendorong lahirnya kebijakan-kebijakan inovatif yang berdampak langsung pada pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. MC Kalsel/dam/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper