Mata Banua Online
Selasa, Maret 31, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kementan Pastikan Stok Pangan Aman

by Mata Banua
29 Maret 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
CADANGAN BERAS – Cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai sekitar 4 juta ton. Jumlah ini diperkirakan masih akan bertambah seiring peningkatan serapan produksi dalam negeri dan diperkirakan bisa meningkat menjadi 5 juta ton pada akhir bulan ini. Cadangan beras pemerintah ini mampu penuhi 324 hari.(foto;mb/web)

KUTAI KERTANEGARA – Kementerian Per­tanian (Kementan) memastikan ke­ter­se­di­aan pangan nasional dalam kondisi aman sei­ring berlangsungnya panen raya padi di ber­bagai wilayah Indonesia pada akhir Maret 2026.

Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, menegaskan produksi pa­n­gan nasional saat ini mampu menjamin kecu­kupan stok. Kementan mencatat posisi Ca­dangan Beras Pemerintah (CBP) di gu­dang Bulog telah mencapai lebih dari 4 juta ton dan diproyeksikan meningkat hingga men­dekati 5 juta ton dalam waktu dekat. Ca­paian ini semakin memperkuat ketahanan pa­ng­an nasional.

Berita Lainnya

Trio Motor Beri Tips Perjalanan Mudik

29 Maret 2026
Wabup Banjar Hadiri FGD Strategi Fiskal Daerah

Harga Komoditas Pangan Impor Aman

29 Maret 2026

“Ketersediaan pangan kita sangat aman. To­tal stok beras nasional cukup ntuk 324 ha­ri ke depan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran.

Momentum panen raya yang terjadi se­ca­ra serentak di sejumlah daerah turut men­ja­ga stabilitas pasokan dan harga pangan, khu­susnya menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri, sehingga tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan.

Kondisi tersebut tercermin di berbagai sen­tra produksi. Di Kabupaten Kutai Kar­ta­negara, Kalimantan Timur, panen padi di­la­kukan di Desa Mulawarman, Ke­ca­mat­an Tenggarong Seberang, sebagai bagian da­ri Program Ketahanan Pangan berbasis de­sa yang melibatkan Badan Usaha Milik D­e­sa (BUMDes) dan kelompok tani.

Program tersebut mengelola lahan se­lu­as 350 hektar dengan melibatkan 350 pe­ta­ni, di mana sebagian lahan telah memasuki fa­se produktif. Model kolaborasi antaa pe­me­rintah desa, BUMDes, kelompok tani, dan sektor swasta ini menjadi contoh pe­ng­uatan produksi pangan berbasis wilayah.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan pentingnya pe­ni­ngkatan luas tambah tanam dan pro­duk­ti­vitas sebagai stategi menjaga keberlanjutan pro­duksi.

“Peningkatan luas tambah tanam (LTT) merupakan strategi utama danalm men­jaga stabilitas produksi padi, dari sisi es­tensifikasi, dan dari sisi intensifikasi juga ha­rus ditingkatkan, dengan meningkatkan pr­o­vitasnya,” ujarnya.

Kementan terus mendorong dukungan sa­rana produksi, termasuk alat dan mesin per­tanian (alsintan), guna meningkatkan efi­si­ensi dan produktivitas di tingkat petani. De­ngan meluasnya panen raya di berbagai dae­rah, pemeintah optimistis produksi padi na­si­onal tetap terjaga, sehingga mampu mem­perkuat cadangan pangan dan menjaga sta­bi­litas harga secara berkelanjutan. rep/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper