Mata Banua Online
Kamis, Maret 26, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Pemain Naturalisasi Timnas Mulai Diganggu Klub Belanda

Hubner Buta Kekuatan St. Kitts dan Nevis

by Mata Banua
26 Maret 2026
in Olahraga
0
Dipertanyakan – Nathan Tjoe-A-On (kanan) menjadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang statusnya di Belanda dipertanyakan.(foto:mb/ant)

Jakarta – Pemain-pemain naturalisasi Timnas Indonesia yang berkiprah di luar negeri mulai diganggu klub-klub Belanda statusnya.

Dean James, pemain yang membela Go Ahead Eagles, jadi kasus pertama. Status pemain berposisi bek kiri ini dipertanyakan saat tampil dalam Eredivisie musim ini.

Berita Lainnya

Guardiola Terhibur Banget Nonton Barcelona Polesan Flick

Guardiola Terhibur Banget Nonton Barcelona Polesan Flick

26 Maret 2026
3 Pemain Calon Pengganti Mohamed Salah di Liverpool

3 Pemain Calon Pengganti Mohamed Salah di Liverpool

26 Maret 2026

NAC Breda yang memulai gangguan itu. Setelah kekalahan 0-6 dari Go Ahead pada 15 Maret lalu, NAC menggugat status James. NAC bahkan meminta pertandingan ulang.

Pasalnya, James dikontrak Go Ahead pada 2023 dan resmi menjadi warga negara Indonesia (WNI) pada 2025. Kontrak James saat itu masih dengan status pemain Belanda, bukan Indonesia.

Jika gugatan NAC dikabulkan, bisa memicu aksi serupa dari klub Belanda lainnya. Seluruh pertandingan Go Ahead pada musim ini bisa digugat tidak sah karena status James.

Aksi NAC ini pun menjalar ke pemain naturalisasi Indonesia lainnya. Status Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam, Justin Hubner bersama Fortuna Sittard, sempat dipertanyakan.

Namun, muncul bantahan bahwa kedua pemain ini datang ke Belanda dengan status pemain asing non Uni Eropa. Karena itu pula pertanyaan atas status Paes dan Hubner ikut meredup.

Status Nathan Tjoe-A-On yang berkiprah dalam kompetisi kasta kedua bersama Willem II juga disorot. Termasuk juga status Mees Hilgers, Tim Geypens, dan Miliano Jonathans.

Khusus Nathan, sejatinya aman. Ia dikontrak Willem II dari Swansea City dengan status pemain asing non Eropa. Hanya saja ada yang meragukan. Nathan disebut dikontrak dengan status pemain Belanda.

Ini menjadi tantangan bagi pemain-pemain naturalisasi Indonesia ini. Jika tidak memiliki kualitas mumpuni, karier mereka di Eropa bisa terganjal atau dipersulit oleh klub.

Sejurus pula, ini menjadi peringatan bagi pemain-pemain yang ingin mengubah statusnya dari Belanda ke Indonesia. Masa depan pemain-pemain ini bisa terancam di kemudian hari.

Akankah gangguan dari klub Belanda ini membuat pemain-pemain calon naturalisasi mengurungkan niat menjadi WNI? Yang pasti, tantangan berat akan datang jika menjadi WNI.

Pemain belakang Timnas Indonesia, Justin Hubner, mengaku tidak mengetahui Saint Kitts dan Nevis yang akan jadi lawan pertama Skuad Garuda dalam FIFA Series 2026.

Indonesia dan St. Kitts dan Nevis menjadi dua tim kontestan FIFA Series 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Selain Indonesia dan St. Kitts dan Nevis, ada juga Bulgaria serta Kepulauan Salomon.

Skuad Garuda lebih dulu akan menghadapi St. Kitts dan Nevis pada pertandingan pertama, Jumat (27/3). Setelah itu, pemenang dua laga tersebut akan bertemu, begitu juga tim yang kalah.

Dimitrov Takjub Lihat Kekuatan Timnas Indonesia di FIFA Series

Hakim Danis Punya Rapor Bagus, Veda Ega Perlu Waspada di Moto3 Amerika

Susunan Pemain Timnas Indonesia John Herdman usai Dean James Keluar

Saat berbincang dengan FIFA, Justin Hubner mengaku tidak mengenal timnas St. Kitts dan Nevis.

“Kami harus menunjukkan siapa kami dan apa yang bisa kami lakukan di lapangan. Saya tidak tahu banyak tentang lawan pertama, tetapi saya tidak takut. Kami ingin menunjukkan kualitas kami dan memenangkan pertandingan,” ujar Hubner.

Berdasarkan ranking FIFA, St. Kitts dan Nevis yang berasal dari Concacaf menempati peringkat ke-154 dan ranking FIFA. Pestasi tertinggi St. Kitts dan Nevis adalah menjadi runner up Piala Karibia pada 1997.

Di mata Hubner, FIFA Series 2026 bisa menjadi ajang pembuktian bagi Indonesia. Setelah mencapai babak empat Kualifikasi Piala Dunia 2026, Indonesia perlu melanjutkan tren bagus dengan mendapatkan banyak poin dari pertandingan melawan tim-tim kuat.

“Ini kesempatan besar bagi kami untuk menunjukkan kualitas dan seberapa bagus kami sebagai tim. Sebagai sebuah negara, ini penting karena orang-orang bisa melihat kemampuan kami. Sekarang kami harus membuktikan bahwa kami akan memanfaatkan kesempatan ini,” ucap Hubner.

Dalam kesempatan tersebut, pemain asal Fortuna Sittard ini mengungkapkan kondisi ruang ganti Timnas Indonesia yang tetap positif kendati gagal dalam ronde empat Kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Kami tidak menyangka beberapa hasil yang terjadi, tetapi perasaan di dalam tim sangat bagus,” tutur Hubner.

“Kami masih bisa berkembang jauh lebih baik. Kami bermimpi untuk bermain di Piala Dunia atau melakukan hal yang lebih baik di Piala Asia.” web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Banjarbaru
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper