
MARTAPURA – Sebanyak 800 personel Polda Kalimantan Selatan mengamankan haul ke-220 Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari atau Datu Kalampayan yang dipusatkan di Masjid Tuhfaturraghibin, Desa Dalam Pagar Ulu, Kabupaten Banjar.
“Personel mulai bersiaga sejak rangkaian haul yang dimulai malam kedua Idul Fitri di kawasan Kubah Kalampayan dan puncak acara dijadwalkan Kamis (26/3) di Masjid Tuhfaturraghibin,” kata Kapolda Kalsel Irjen Pol Dr Rosyanto Yudha Hermawan di Martapura, Selasa.
Dia menegaskan Polri hadir tidak hanya untuk mengamankan, tetapi juga melayani kebutuhan dasar jamaah melalui fasilitas pendukung.
Di antaranya bantuan dua ekor sapi kepada panitia serta pendirian dua kendaraan dapur lapangan hingga tiga unit kendaraan water treatment milik Satuan Brimob Polda Kalsel untuk memenuhi kebutuhan makan dan air bersih para jamaah.
Untuk jalur sungai, aparat turut menyiagakan armada air seperti speed boat dan perahu karet guna mengantisipasi lonjakan jamaah yang datang melalui perairan.
“Saya perintahkan anggota siaga untuk titik evakuasi termasuk membantu mengkoordinir penyediaan kantong parkir kendaraan agar teratur baik saat arus datang maupun kepulangan jamaah,” tegas Kapolda.
Yudha mengimbau seluruh jamaah agar tetap menjaga ketertiban dan mengutamakan keselamatan selama mengikuti rangkaian haul yang diperkirakan hadir ratusan ribu orang.
Datu Kalampayan adalah pengarang kitab fikih berjudul Sabilal Muhtadin yang banyak menjadi rujukan bagi pemeluk Agama Islam bermazhab Imam Syafi’i di Asia Tenggara, dan menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir serta pegangan ibadah umat Islam bermazhab Syafii dunia.
Ulama dari Kerajaan Banjar ini lahir di Martapura Kalimantan Selatan tahun 1122 H (17 Maret 1710-1812 M) dan meninggal pada 6 Syawal 1227 Hijriah. ant

