JAKARTA – Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 akan terjadi pada 18 Maret.
Menurutnya, pemerintah menyiapkan sejumlah langah antisipasi, termasuk penerapan kebijakan kerja fleksibel untuk mengurangi penumpukan pergerakan masyarakat pada satu waktu.
“Puncak arus mudik kalau hitungannya 18 Maret. Tapi dengan WFA (work from anywhere) kita harapkan puncak itu bisa kita sebar. Kita bisa distribusi ke tanggal-tanggal dri mulai hari Jumat,” ujar Dudy di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat.
Ia menjelaskan pola penanganan mudik tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya yang dinilai berjalan lancar.
Namun, pemerintah melakukan sejumlah perbaikan kebijakan, termasuk peningkatan stimulus transportasi untuk mendukung kelancaran perjalanan masyarakat.
“Kalau treatment kurang lebih sama sepertitahun kemarin. Karena kita merujuk dari tahun kemarin yang berjalan lancar dan kita harapkan menjadi lebih baik. Ada beberapa kebijakan yang dari tahun kemarin diperbaiki, seperti stimulus tiket pesawat udara yang tahun kemarin hanya sampai sekitar 14 persen, sekarang menjadi sampai 18 persen,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya memastikan pengawasan selama periode mudik akan terus dilakukan guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan.
Dudy Purwagandhi memprediksi sekitar 144 juta orang melakukan perjalanan mudik pada Lebaran 2026 atau Idul Fitri 1447 H berdasarkan hasil survei nasional, dengan potensi kenaikan jumlah pemudik dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.
“Kami melakukan survei, ada 143,7 juta orang atau hampir 144 juta orang yang akan melakukan perjalanan. Namun kami mengantisipasi kemungkinan kenaikan karena tahun lalu survei 146 juta, realisasinya mencapai 154 juta,” kata Dudy.
Dibagian lain disebutkan, operasional posko angkutan Lebaran akan berlangsung pada 13-29 Maret 2026 untuk mengoordinasikan seluruh moda transportasi darat, laut, udara, dan perkeretaapian.
Menurut dia, sejumlah langkah antisipasi telah disiapkan, antara lain pembatasan operasional angkutan barang sumbu tiga ke atas, kecuali kendaraan pengangkut bahan pokok, bahan bakar minyak, dan kebutuhan penting lainnya sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) lintas kementerian.
Pemerintah juga menerapkan kebijakan WFA bagi aparatur sipil negara (ASN) selama lima hari untk membantu mengurai kepadatan arus mudik.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan kebiakan tersebut bukan hari libur tambahan, melainkan pengaturan fleksibilitas kerja agar masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih baik.
Skema WFA berlaku pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan mobilias pada periode puncak sekaligus menjaga produktivitas kerja dan kelancaran layanan publik.
Pengaturan pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing instansi pusat dan daerah dengan tetap memastikan layanan publik esensial berjalan normal. cnn/mb06

