Mata Banua Online
Rabu, Februari 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Peternak Ayam Dibayangi Kelebihan Suplai

by Mata Banua
24 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0

JAKARTA – Rencana pemerintah melakukan impor 580.000 ekor grand parent stock (GPS) ayam dari Amerika Serikat (AS) menimbulkan keresahan bagi para peternak di dalam negeri.

Pemerintah diminta untuk me­ngkalkulasi secara cermat ren­ca­na kebijakan tersebut. Sebab, tan­pa perhitungan berbasis ke­bu­tuh­an nasional, kebijakan tersebut be­ri­siko memicu over supply ter­ha­dap day old chick (DOC) yang be­r­akhir menekan harga ayam hi­dup di tingkat peternak.

Berita Lainnya

Antusias Penukaran Uang Baru

Antusias Penukaran Uang Baru

24 Februari 2026
H:\2026\Februari\25 Februari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm KIRI).jpg

Harga Cabai Rawit Melonjak hingga 121 Persen

24 Februari 2026

Presiden Peternak Layer Na­si­onal (PLN) Musbar meminta ke­jelasan pemerintah terkait de­ng­an tambahan impor tersebut agar tidak memperparah kondisi in­dustri yang tengah tertekan. “Se­lama ini [Indonesia] sudah me­ng­impor GPS dari Amerika Ser­ikat. Kalau mau ada tambahan 580.000 ekor itu untuk ke­bu­tuh­an tahun berapa? Untuk ke­bu­tuh­an ayam potong atau ayam pe­telur?” kata Musbar.

Menurutnya, perlu adanya trans­paransi peruntukan impor, apa­kah untuk ayam potong atau ayam petelur, serta kapan rea­li­sa­sinya dilakukan. “Pihak ma­na­pun bisa mengajukan kuota im­por grand parent broiler, tetapi pa­ra pemain baru harus mem­per­si­apkan business plan secara ma­tang dan terukur,” tuturnya.

Di sisi lain, Musbar juga me­ne­gaskan situasi industri pe­ru­ng­gas­an saat ini tidak sedang dalam kon­disi ideal untuk tambahan pa­sok­an besar. “Broiler-broiler cor­po­rate beberapa tahun belakangan gi­at melakukan kegiatan ekspor ka­rena kondisi pasar dalam negeri su­dah jenuh,” ujarnya.

Dia juga mengkhawatirkan apa­bila impor yang dilakukan be­ru­pa paha ayam atau chicken leg qu­­arter (CLQ) yang berpotensi di­pasarkan di pasar basah dengan ske­ma dumping karena harganya sa­ngat murah di negara asal.

Rencana impor 580.000 ekor grand parent stock (GPS) ayam da­ri Amerika Serikat (AS) senilai US$17-20 juta turut memicu ke­waspadaan pelaku usaha pe­ru­ng­gas­an. Gabungan Organisasi Pe­ter­nak Ayam Nasional (Gopan) me­nilai impor bibit indukan ter­se­but merupakan praktik yang la­zim.

Kendati begitu, Gopan m­e­ng­ingatkan potensi ancaman dari ma­suknya produk turunan berupa kar­kas ayam asal AS.

Sekretaris Jenderal Gopan Su­geng Wahyudi menyampaikan bah­wa impor GPS bukan hal ba­ru dalam industri perunggasan na­sional karena Indonesia belum mam­pu memproduksi bibit in­du­kan tertinggi tersebut. “GPS ada­­lah induk yang menghasilkan PS [Parent Stock] dan Final Stock [FS]. Impor GPS memang su­dah lazim karena kita Indonesia be­lum bisa memproduksi atau me­­nghasilkan GPS,” kata Sugeng.

Menurutnya, GPS me­ru­pa­kan pondasi rantai produksi ayam na­sional karena akan me­ng­ha­sil­kan parent stock (PS) hingga final stock (FS) yang dibudidayakan eter­nak sebagai ayam pedaging.

Dengan demikian, impor GPS dinilai sebagai kebutuhan un­tuk menjaga kesinambungan pa­sokan bibit dalam negeri. Na­mun, Sugeng menyoroti rencana AS untuk mengekspor produk tu­runan ayam, khususnya karkas ya­ng bersumber dari budidaya fi­nal stock.

Dia mengingatkan bahwa seg­men tersebut merupakan tum­puan utama pendapatan peternak rak­yat “Yang menjadi masalah ren­cana AS untuk mengekspor produk turunannya, dalam hal ini karkas yang notabene bersumber pa­da budidaya ayam Final Stock. Se­mentara peternak berharap dari in­sentif dari budidaya Final Stock,” ujarnya. bins/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper