
BANJARMASIN – Walikota Banjarbaru Erna Lisa Halaby menaikkan jumlah pengajar Al-Quran penerima insentif hingga 100 persen pada 2026 sebagai bentuk komitmen pemerintah kota terhadap guru-guru agama itu.
“Peningkatan guru Pendidikan Al-Quran penerima insentif bentuk komitmen pemko memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan,” ujar Lisa di Banjarbaru, Senin.
Menurut Lisa, guru-guru agama yang mengajarkan Al Quran memiliki peran sangat besar membentuk karakter dan akhlak generasi muda di Banjarbaru sehingga sepatutnya mendapatkan perhatian dan dukungan pemerintah.
Lisa menegaskan, kenaikan hingga 100 persen jumlah penerima insentif pada 2026 diharapkan dapat menjadi penyemangat bagi guru untuk terus mengabdi dan mendidik anak-anak dengan penuh keikhlasan.
“Mudah-mudahan ke depan, Pemkot Banjarbaru meningkatkan insentif sesuai kemampuan keuangan daerah. Insya Allah tetap kami perjuangkan kenaikan insentif bagi guru agama di Banjarbaru,” ucapnya.
Direktur Utama Badan Koordinasi Pendidikan Al-Qur’an dan Keluarga Sakinah Indonesia (BKPAKSI) Kota Banjarbaru Imam Sadikin berterima kasih dan mengapresiasi langkah Wali Kota Lisa Halaby.
“Kami berterima kasih karena jumlah penerima insentif yang sebelumnya sebanyak 132 orang. Namun pada 2026, jumlahnya bertambah dua kali lipat menjadi lebih dari 250 orang penerima,” kata Imam.
Dikatakan Imam, baru satu tahun di bawah kepemimpinan Wali Kota Lisa Halaby sudah ada kenaikan hingga 100 persen sehingga sangat berarti bagi guru-guru yang bertahun-tahun mengabdi mendidik generasi Qur’ani.
Imam melanjutkan, peningkatan itu menjadi bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah terhadap para pengajar Al Qur’an yang selama ini berperan penting dalam pembinaan akhlak dan karakter masyarakat.
“Kami mendoakan Wali Kota Lisa Halaby senantiasa diberi kesehatan, kesabaran, serta kelancaran dalam menjalankan amanah serta mampu membawa Banjarbaru semakin maju menuju Banjarbaru Emas,” katanya. ant

