Mata Banua Online
Rabu, Februari 25, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Harga Cabai Rawit Melonjak hingga 121 Persen

by Mata Banua
24 Februari 2026
in Ekonomi & Bisnis
0
H:\2026\Februari\25 Februari 2026\7\7\hal 7 - 2 klm KIRI).jpg
HARGA CABAI – Cabai rawit mengalami kenaikan tinggi yaitu naik pada minggu ketiga Februari 69,89 persen atau dari Rp57.492 menjadi Rp68.928 per kilogram.(foto;mb/ant)

JAKARTA – Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) mencatat harga cabai ra­wit melonjak tajam di berbagai dae­rah pada pekan pertama Ra­ma­dan 2026.

Angka kenaikan harga bah­kan lebih dari 00 persen di se­jum­lah kabupaten/kota, dengan dis­paritas harga yang sangat lebar an­tar wilayah.

Berita Lainnya

Antusias Penukaran Uang Baru

Antusias Penukaran Uang Baru

24 Februari 2026
Berburu Wajib Pajak: Beban Rakyat di Tengah Krisis Anggaran

Peternak Ayam Dibayangi Kelebihan Suplai

24 Februari 2026

Deputi Bidang Statistik Dis­tri­busi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan lonjakan har­ga cabai rawit terjadi di lebih da­ri separuh wilayah Indonesia.

“Cabai rawit mengalami ke­na­ikan yang sangat tinggi sekali, yai­tu naik pada minggu ketiga di bu­lan Februari 69,89 persen atau da­ri Rp57.492 menjadi Rp68.928 (per kilogram),” ujar Ateng da­lam Rapat Koordinasi Pe­ng­en­da­li­an Inflasi Daerah 2026.

“Kalau kita cermati, cabai ra­wit yang mengalami peningkatan IPH (Indeks Perkembangan Har­ga) itu pada 59,44 persen wilayah di Indonesia. Jadi hampir lebih da­ri setengah wilayah di In­do­ne­sia mengalami peningkatan ca­be rawit,” tambahnya.

Ia menjelaskan jumlah dae­rah yang mengalami kenaikan har­ga cabai rawit mencapai 214 ka­bu­paten/kota hingga minggu ke­tiga Februari 2026, meningkat di­banding bulan sebelumnya ya­ng tercatat 210 daerah.

BPS mencatat kesenjangan har­ga cabai rawit antarwilayah sa­ngat tinggi, dengan harga te­ren­dah sekitar Rp23.462 per ki­lo­gram dan tertinggi mencapai Rp200 ribu per kilogram.

“Rp200 ribu ini di Kabupaten Nduga, kemudian di Kabupaten Mappi Rp190 ribu, dan di Ka­bupaten Intan Jaya Rp170 ribu (per kilogram). Ini semuanya di wi­layah Papua yang mengalami pe­ni­ngkatan tertingginya,” kata Ateng.

Lonjakan tertinggi tercatat di Ka­bupaten Situbondo dengan ke­na­ikan 121,23 persen menjadi Rp78.449 per kg. Kenaikan drastis juga terjadi di Kota Pa­suruan sebesar 114,03 persen men­jadi Rp78.192 per kg serta Ka­bupaten Nganjuk naik 100,81 per­sen menjadi Rp72.359 per kg. cnn/mb06

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper