
BANJARMASIN – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) memastikan ketersediaan daging sapi, ayam hingga telur ayam ras dalam kondisi aman dengan harga yang stabil selama ramadhan.
Kepala Disbunnak Kalsel Suparmi mengatakan, pemerintah provinsi terus melakukan pengendalian dan pengawasan secara menyeluruh guna menjaga pasokan dan keterjangkauan harga komoditas tersebut.
“Kami pastikan ketersediaan daging sapi, daging ayam ras, dan telur ayam ras di Kalimantan Selatan aman. Harga juga relatif stabil karena produksi daerah kita mencukupi, bahkan surplus,” ucapnya, Senin (23/2).
Menurutnya, untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga, Disbunnak Kalsel telah melaksanakan sejumlah langkah strategis seperti monitoring dan pengawasan ke Rumah Potong Hewan Unggas (RPHU), Cold Storage, dan Rumah Potong Hewan (RPH) milik pemerintah maupun swasta.
Selain itu, juga dilakukan pengawasan di tingkat hulu ke peternakan rakyat/mandiri serta industri peternakan unggas dan sapi, koordinasi dengan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalimantan Selatan, industri breeder, serta industri pakan dan rapat koordinasi dengan instansi terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
“Pengawasan kami lakukan secara menyeluruh mulai dari peternakan hingga distribusi. Kami juga terus berkoordinasi dengan asosiasi dan pelaku usaha untuk memastikan produksi tetap terjaga dan distribusi berjalan lancar,” katanya.
Sebagai daerah surplus ayam pedaging dan petelur, lanjut dia, di 2025 populasi ayam pedaging di Kalimantan Selatan mencapai 100.913.597 ekor dengan produksi daging sebesar 123.330.490 kilogram.
Kebutuhan daging ayam broiler di Kalimantan Selatan tercatat sebesar 52.649.028 kilogram atau sekitar 43 persen dari total produksi, dengan tingkat konsumsi 18,73 kilogram per kapita per tahun.
Sementara, populasi ayam petelur (layer) mencapai 7.694.933 ekor dengan produksi telur sebesar 114.010.250 kilogram. Produksi daging unggas dari ayam layer turut menyumbang 5.078.660 kilogram pada 2025.
Adapun kebutuhan telur ayam ras layer sebesar 50.001.385 kilogram atau 44 persen dari total produksi, dengan konsumsi 27,28 kilogram per kapita per tahun.
“Dengan kondisi tersebut, pasokan daging ayam ras dan telur di Kalimantan Selatan bukan hanya aman tetapi juga surplus, sehingga mampu menyuplai provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur,” jelasnya.
Dalam menjaga kesinambungan produksi, ia juga memastikan ketersediaan bibit atau Day Old Chicken (DOC) melalui tujuh industri perbibitan di Kalsel.
Selama Januari 2026, produksi DOC broiler mencapai 8.213.300 ekor. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.907.898 ekor (84 persen) didistribusikan untuk wilayah Kalsel, sedangkan 869.358 ekor ke Kalimantan Tengah dan 436.044 ekor ke Kalimantan Timur.
Sementara, produksi DOC ayam layer pada Januari 2026 mencapai 127.500 ekor dan seluruhnya dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan Kalimantan Selatan.
“Ketersediaan DOC menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi. Dengan dukungan industri perbibitan lokal, kami optimistis pasokan daging dan telur tetap terjaga sepanjang tahun,” pungkasnya. ant

