
BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H Muhidin diwakili Sekdaprov Kalsel, HM Syarifuddin turut memantau hilal dalam rangkaian Hisab Rukyat awal bulan Ramadhan 1447 hijriyah ini, di Banjarmasin, Selasa (17/02).
Pemantauan Hilal mengambil lokasi di rooftop lantai 13 Rumah Sakit Amanah Medical Center (RS AMC) Banjarmasin itu bersama Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Dr HM Tambrin dan Kepala Biro Kesra Setdaprov Kalsel, H Fahrurrazi.
Hasil pemantauan di titik ini, terbenam matahari pukul 18:42 Wita, terbenam bulan pukul 18:37 Wita dengan tinggi bulan hakiki -1°09′ 11? (dibawah ufuk) dan tinggi bulan mar’i berada di -1° 06′ 14?.
Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Kalsel, HM Tambrin mengatakan, mengacu pada kriteria imkanurrukyat MABIMS terbaru yaitu tinggi hilal 3º (tiga derajat) dan sudut elongasi 6,4? (Enam koma empat derajat) untuk penentuan awal bulan Ramadhan, maka secara teori 1 Ramadhan 1447 hijriah bertepatan pada Kamis, 19 Februari 2026.
“Potensi perbedaan penentuan awal Ramadhan sudah jelas, tetapi saya mengingatkan, suasana kondusif dan damai yang perlu kita jaga,” ujar Tambrin.
Di Kalsel, pemantauan rukyat hilal dilakukan di tujuh titik yakni Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU), Tapin, Tanah Laut (Tala), Kotabaru dan Kabupaten Balangan serta Kota Banjarmasin.
Sementara itu, Sekdaprov Kalel, HM Syarifuddin menambahkan, dalam menyikapi perbedaan penetapan awal Ramadhan diharapkan saling menghormati dan menjaga kelancaran dan ketenangan selama puasa.
Sekdaprov Syarifuddin juga menyampaikan pesan serta ajakan Gubernur H Muhidin kepada masyarakat muslim di Banua untuk menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kegembiraan, keikhlasan dan semangat yang tinggi dalam melaksanakan ibadah, karena ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat dan penuh ampunan Allah SWT.
Lebih dari itu disampaikan, masyarakat muslim diajak menjadikan momentum Ramadhan untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah dan ukhuwah wathaniyah di antara sesama dan Ramadhan mengajarkan tentang kesetaraan, empati dan kepedulian.
Lebih lanjut disebutkan, pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan memastikan bahwa penentuan awal Ramadhan berjalan tertib dan ilmiah serta tetap berlandaskan pada kaidah yang disepakati para ulama.
Gubernur H Muhidin berharap, Ramadhan membawa kedamaian dan kebaikan masyarakat muslim di Kalsel dan mampu menjadikan semua umat Islam yang menjalani ibadah puasa, sebagai pribadi yang bertaqwa.
Didoakan juga agar masyarakat muslim di Banua Kalsel mendapat kesehatan sehingga bisa melaksanakan kegiatan keagamaan dengan lancar. sal/adpim/ani

